Trump dan Sederet Ambisinya

Anata Syah Fitri
15/1/2017 22:39
Trump dan Sederet Ambisinya
(AP)

MENGUBAH kebijakan industri dan Obamacare, mendeportasi para imigran tak berdokumen, membatalkan perjanjian dagang, serta membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Itulah janji-janji yang dilontarkan Donald Trump ketika berkampanye pencalonan Presiden Amerika Serikat.

Kini, pengusaha yang didukung Partai Republik itu terpilih menjadi orang nomor satu di AS. Tentu menjadi hari yang sibuk bagi Trump ketika memulai hari pertamanya usai dikukuhkan secara resmi sebagai presiden di Gedung Putih pada 20 Januari menantang. Setidaknya, sederet janji itu harus dia dipenuhi dalam hari-hari pemerintahannya kelak. Apalagi, dia juga pernah sesumbar untuk membatalkan sejumlah kebijakan Barack Obama selama delapan tahun.

Sebagian aturan dan panduan di pemerintahan AS yang sudah tersusun rapi selama ini, bisa dengan mudah diubah. Sebagian lagi mungkin bisa memakan waktu cukup lama untuk diganti. Tapi Trump akan mampu mengatur upaya perubahan di beberapa bidang.

Trump telah menguraikan lusinan langkah yang pertama kali akan dilakukannya setelah menjabat sebagai presiden. Namun para pakar menilai efektivitas milioner berusia 70 tahun itu akan terbatas, mengingat bahwa lembaga eksekutif hanya cabang dari pemerintahan selain kongres dan pengadilan.

"Dia tidak bisa begitu saja masuk dan langsung melakukan semua itu dalam sehari. Dalam demokrasi tidak ada CEO," ujar pengacara para imigran David Leopold.

Sebagian janji Trump dinilai hanyalah pesan politik yang muluk-muluk, seperti mengajukan amandemen konstitusi untuk membatasi masa jabatan kongresional. Sementara janji untuk membatalkan setiap langkah eksekutif nonkonstitusional, memorandum, dan aturan lain yang dikeluarkan Presiden Obama secara dramatis, dinilai akan menghancurkan tradisi.

Tapi bukan Trump jika tidak menjungkirbalikan aturan yang sudah mapan. Dalam memulai masa jabatannya, empat bidang setidaknya bakal jadi sasaran untuk dia rombak. Pertama, mengubah kebijakan layanan kesehatan. Dia telah berjanji untuk mengajukan kebijakan baru untuk menggantikan Obamacare ke Kongres, tentunya dengan dukungan Partai Republik.

Kedua, di bidang imigrasi, dia berkeras untuk mendeportasi terdakwa pelaku kriminal yang tinggal secara ilegal di AS, yang disebutnya mencapai dua juta orang. "Hari pertama saya berkantor nanti, mereka sudah pergi dari negara ini," ujarnya kepada para pendukung dalam kampanye di Arizona, Agustus lalu. Namun, menurut Leopold, kebijakan tersebut sudah dijalankan Obama. Lagipula, kata dia, presiden tidak punya kekuatan untuk mendeportasi siapa pun.

Berikutnya, bukan rahasia lagi bahwa Trump akan mengubah kebijakan di bidang lingkungan dan energi ketika dia menyebut Badan Proteksi Lingkungan mengganggu industri AS, termasuk kebijakan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan yang dikeluarkan Obama.

Terakhir, bertentangan dengan tradisi di partainya sendiri yang mendukung perdagangan bebas, Trump berjanji menegosiasi ulang dua kesepakatan dagang, Trans-Pasifik Partnership (TPP) dan North American Free Trade Agreement (NAFTA). AFP/OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya