Palestina Ancam Trump Terkait Jerusalem

Anata Syah Fitri
15/1/2017 19:39
Palestina Ancam Trump Terkait Jerusalem
(AP/Eitan Hess-Ashkenazi)

PRESIDEN Palestina Mahmud Abbas mengancam, jika Amerika Serikat (AS) memindahkan ke kedutaan besar mereka untuk Israel dari Tel Aviv ke wilayah Jerusalem, hal itu akan menghancurkan harapan perdamaian Timur Tengah.

Abbas yang baru saja membuka kedutaan besar Palestina di Vatican mengatakan, segala sesuatu yang melegitimasi 'aneksasi ilegal Israel' di Jerusalem akan menghancurkan prospek proses politik serta mengubur harapan solusi dua negara (two-seater solution) serta memicu ekstremisme di wilayah tersebut maupun di penjuru dunia.

"Kami belum dapat menyatakan sesuatu karena itu (pemindahan kedubes) belum terjadi, tapi jika terjadi itu tidak akan membantu proses perdamaian. Saya berharap itu tidak terjadi," ujar Abbas kepada wartawan seiring rencana pemindahan Kedubes AS oleh Presiden-terpilih Donald Trump yang tampaknya akan jadi terlaksana.

Abbas menyampaikan kekhawatiran atas pernyataan yang disampaikan Trump selama masa kampanye yang memandang Jerusalem sebagai ibu kota Israel serta rencana untuk memindahkan Kedubes AS ke sana.

Jika jadi terlaksana, itu akan menjadi hal baru sepanjang sejarah kebijakan AS, di tengah isu seputar status Jerusalem yang diakui komunitas internasional sebagai ibu kota Palestina yang hingga kini masih diupayakan melalui negosiasi.

"Dalam kesempatan ini, kami mengulurkan tangan kepada Presiden-terpilih Trump untuk bekerja sama mewujudkan perdamaian berdasarkan hukum internasional," ujarnya.

Kesepakatan perdamaian--dua tahun setelah pengakuan Vatikan terhadap Palestina sebagai negara, telah memicu kemarahan Israel. Apalagi setelah Paus Fransiskus menyebut Abbas sebagai "malaikat perdamaian" pada pertemuan Mei 2015.

Secara terpisah Abbas menyatakan kegembiraannya atas rencana penempatan Kedubes Palestina di Vatican. Dia mengadakan pertemuan tertutup dengan Paus Fransiskus selama dua puluh menit sebelum meresmikan misi diplomatik tersebut.

"Kami sangat berterima kasih Tahta Suci telah berperan membangun perdamaian di Tanah Suci serta untuk membuka Kedubes Palestina di Vatikan untuk pertama kalinya," ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Vatikan mendirikan gedung yang akan dipergunakan sebagai Kedubes Palestina, Peru, dan Burkina Faso. Sebagai hadiah balasan, Abbas ditawari batu dari Gereja Makam Suci di Jerusalem oleh Paus.

Menyikapi hubungan antara Israel-Palestina, Vatikan menyatakan, "Harapan telah datang bahwa negosiasi langsung antara kedua pihak akan membawa hasil untuk mengakhiri kekerasan yang telah menyebabkan penderitaan warga sipil serta untuk mencari solusi yang pasti dan bertahan lama. AFP/OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya