Jokowi Bahas Kerja Sama Asing

(Nur/Ire/I-4)
13/1/2017 04:30
Jokowi Bahas Kerja Sama Asing
(ANTARA/PUSPA PERWITASAR)

PRESIDEN RI Joko Widodo menerima delapan surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident dan Designate Nonresident untuk Indonesia dari delapan negara, Kamis (12/1). Delapan dubes menyerahkan surat kepercayaan tersebut di Ruang Kredensial Istana Merdeka. Seusai prosesi penyerahan tersebut, Jokowi pun mengajak para dubes berbincang santai di beranda Istana Merdeka atau dikenal dengan Veranda Talk. Tiap-tiap dubes berbincang sekitar 2 hingga 5 menit dengan Jokowi.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang mendampingi presiden, salah satu tema utama yang diperbincangkan ialah bidang ekonomi. Dubes Bangladesh Mayor Jenderal Azmal Kabir menyatakan ingin meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Tahun lalu Indonesia telah mengekspor 150 gerbong kereta api ke negara yang berpenduduk hampir 170 juta jiwa tersebut. "Tahun ini kita sedang berusaha meningkatkan ekspor gerbong kereta api kita ke sana," ujar Retno. Tak hanya Bangladesh, Portugal dan Rwanda juga berencana meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dengan Indonesia.

Isu proses damai Palestina menjadi topik utama perbincangan Jokowi dan Dubes Prancis Jean-Charles Berthonnet. Indonesia mendukung inisiatif Prancis untuk melakukan Konferensi Perdamaian Timur Tengah kedua pada 14-15 Januari 2017 di Paris. "Indonesia terlibat dalam mengadakan pertemuan kedua itu. Tema utamanya memberikan insentif baik bagi Israel dan Palestina demi tercapainya two state solution," kata Juru Bicara Arrmanatha Nasir di Kemenlu, Kamis (12/1).

Indonesia berharap two state solution dapat terwujud agar Palestina dan Israel dapat berdialog demi mewujudkan toleransi. "Poin pentingnya tercipta situasi kondusif bagi upaya negosiasi perdamaian dan mendorong penghentian kekerasan serta pembangunan permukiman ilegal Israel," ujar Arrmanatha. Dengan Dubes AS Joseph R Donovan, Retno menyampaikan Jokowi berbicara mengenai komitmen AS untuk meneruskan kemitraan yang komprehensif dengan Indonesia. Sementara itu, dengan Dubes Maroko Ben Abdellah Ousadia, Jokowi membicarakan kerja sama untuk menangkal aksi terorisme.

Sesama negara Islam, Indonesia dan Maroko pun sepakat mempromosikan Islam yang moderat. Dalam kesempatan terpisah, presiden menerima kunjungan kehormatan Parlemen Korea Selatan (Korsel) beserta Dubes Korsel Choo Tai-young. Dalam kunjungan tersebut dibahas mengenai masalah perdagangan dan investasi antara kedua negara. "Ketua parlemen menyampaikan bahwa selain perdagangan dan investasi, dukungan lain juga diberikan untuk upaya lebih mendekatkan hubungan dua negara," ujar Menteri Retno.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya