Bom di Tiga Kota,Puluhan Orang Tewas

(AFP/Ire/I-2)
12/1/2017 03:50
Bom di Tiga Kota,Puluhan Orang Tewas
((AP Photos/Allauddin Khan))

BOM meledak di tiga kota di Afghanistan dan menewaskan sekitar 56 orang serta melukai 100 lainnya pada Selasa (10/1). Pengeboman itu terjadi bertepatan dengan hari pembantaian militan Taliban yang meningkatkan kampanye kekerasan mematikan. Setidaknya 13 orang tewas saat bom yang disembunyikan dalam sofa kantor gubernur meledak di selatan Kota Kandahar saat kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab Juma Mohammed Abdullah Al Kaabi ke Afghanistan. Gubernur Kandahar dan Al Kaabi dapat lolos dari insiden itu walau terkena luka bakar.

Namun, lima pejabat UEA yang membawa misi edukasi dan pengembangan kemanusiaan tewas, menurut kantor berita resmi UEA, WAM pada Rabu (11/1). Beberapa jam sebelumnya, dua ledakan yang diklaim Taliban terjadi di Kota Kabul saat para pegawai keluar dari paviliun luar parlemen. Tercatat 30 orang tewas dan 80 lainnya terluka. Jumlah itu mungkin meningkat karena korban luka-luka masih dirawat di rumah sakit. Hal itu diungkapkan juru bicara kementerian kesehatan, Waheed Majroh.

Dalam ledakan pertama, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di samping minibus yang mengangkut pegawai pemerintah. Lalu, saat tim penyelamat mencapai tempat kejadian, sebuah bom mobil meledak. Di antara 30 korban tewas ada empat polisi yang tewas ketika hendak membantu korban ledakan pertama. Kepala Polisi Provinsi Abdul Raziq mengatakan sekitar selusin orang tewas. Juru bicara Gubernur Samim Khpolwak memberikan informasi kepada media lokal bahwa korban tewas berjumlah 11 orang.

Sejauh ini, baru Taliban yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi di Kota Kabul. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam dan mengutuk perbuatan barbar Taliban terhadap warga sipil. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan para korban serangan itu sebagian besar agen intelijen Afghanistan. Pada Selasa (3/1), Taliban juga melakukan bom bunuh diri di ibu kota Helmand, Lashkar Gah yang menewaskan tujuh orang. "Kematian sejumlah warga sipil dalam serangan bom Kabul menunjukkan bahwa Taliban menekan maju kampanye kekerasan tanpa peduli warga sipil," ungkap Amnesti Internasional dalam sebuah keterangan resmi.

Mereka meminta penyelidikan segera, imparsial, dan independen harus dilakukan untuk menegakkan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka. Pekan lalu, Pentagon mengirimkan 300 marinir Amerika Serikat ke Provinsi Helmand untuk melatih pasukan Afghanistan. Hal itu sebagai persiapan operasi pembantaian militan Taliban. Pembantaian terjadi hanya dua minggu sebelum Donald Trump disumpah sebagai presiden AS. Dalam kebijakan luar negerinya, Trump hanya memberi sedikit rincian untuk mengatasi perang di Afghanistan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya