Delapan Nelayan Tewas Diserang

Thomas Harming Suwarta.
11/1/2017 00:43
Delapan Nelayan Tewas Diserang
(Philippine Coast Guard via AP)

SERANGAN perompak kembali terjadi di perairan Fi­lipina. Setidaknya delapan nelayan Filipina tewas ditembak kawanan perompak di dekat Kota Zamboanga, Pulau Mindanao, Filipina Selatan, Senin (9/10) malam. “Menurut penyelidikan awal, (para penyerang) naik ke perahu dan mereka semua bersenjata. Mereka langsung mengikat delapan awak dan tujuh lainnya mampu melompat keluar dan melarikan diri dengan berenang,” kata Kepala Penjaga Pantai Filipina Komodor Joel Garcia, Selasa (10/1).

Dua dari nelayan yang berhasil melarikan diri melapor ke pimpinan desa terdekat. Dua kapal penjaga pantai yang dikirim ke lokasi menemukan kapal nelayan tersebut dengan delapan mayat di dalamnya. Gambar yang dirilis penjaga pantai menunjukkan mayat tergeletak di dalam perahu dengan tangan terikat. Penjaga pantai menemukan lima korban lainnya terapung dalam kondisi hidup di dekat Pulau Siromon. Mereka kemudian dibawa ke dermaga pangkalan perahu dan diberi perawatan medis.

“Kita sekarang melakukan investigasi dan akan mencari tahu siapa pelakunya,” kata Garcia. Komandan stasiun penjaga pantai di Zamboanga Letnan Alvin Dagalea mengatakan kelompok pria bersenjata tersebut diyakini perompak. Laporan pihak militer menyebutkan motif pelaku diduga terkait dengan pemerasan atau dendam di antara kelompok-kelompok nelayan. Pihak militer pun menduga kelompok militan Abu Sayyaf berada di balik serangan tersebut, sebagaimana serangkaian pembajakan kapal di Filipina bagian selatan beberapa waktu lalu. Pekan lalu, pasukan penjaga pantai dan angkatan laut berhasil menggagalkan upaya pembajakan sebuah kapal kargo di Provinsi Basilan yang diduga dilakukan Abu Sayyaf.

Polisi culik pengusaha
Seorang polisi Filipina yang melakukan penculikan terhadap pengusaha Korea Selatan akhirnya ditahan. Kepala Kepolisian Filipina Ronald dela Rosa mengatakan pelaku diduga merupakan seorang perwira berpangkat rendah yang ditugaskan di unit khusus pembe­rantasan narkoba. “Kami tidak akan memaafkan jika terbukti bahwa ia bertanggung jawab, ia tidak layak dalam organisasi ini,” kata Dela Rosa, Selasa (10/1). Juru bicara Kepolisian Nasional Dionardo Carlos memastikan perwira tersebut sudah ditahan dan pihaknya meminta Departemen Kehakiman untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap pelaku. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Korea Selatan di Manila memilih tidak mengomentari kasus tersebut.

Sebelumnya, istri pengusaha tersebut melaporkan dugaan kasus penculikan setelah suaminya menghilang dari rumahnya di kota bagian utara Angeles sejak Oktober tahun lalu. Dalam wawancara dengan surat kabar Philippine Daily Inquirer pada Senin, istri pengusaha itu mengatakan motif penculikkan ialah pemerasan dengan meminta sejumlah uang tebusan. Dia mengaku telah membayar 5 juta peso (US$100 ribu). Akan tetapi, pelaku masih meminta uang tebusan sebesar 4,5 juta peso. (AFP/AP/Ths/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya