Aksi Pengrusakan Akibat Penaikan Harga BBM di Meksiko Mengkhawatirkan

Antara/Xinhua
10/1/2017 10:09
Aksi Pengrusakan Akibat Penaikan Harga BBM di Meksiko Mengkhawatirkan
(AP/Dario Lopez-Mills)

GELOMBANG aksi pengrusakan massal yang dipicu oleh kenaikan 20 persen harga minyak di Meksiko semakin mengkhawatirkan.

Kepala Organisasi bagi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Mexico City ketika dimintai komentar mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak dalam wawancara telepon dengan media lokal Radio Imagen, Sekretaris Jenderal OECD Jose Angel Gurria mengatakan, "Yang sangat mengkhawatirkan ialah reaksi pengrusakan ini, yang terjadi di banyak kota, di banyak tempat, dan banyak toko."

Sejak kenaikan harga minyak berlaku pada 1 Januari, protes massa telah terjadi di seluruh negeri tersebut dan sebanyak 1.500 orang telah ditangkap karena bentrok dengan polisi atau penjarahan. Enam orang telah tewas karena sebab yang berkaitan dengan bentrokan.
Gurria, mantan menteri keuangan di Meksiko yang sedang melakukan kunjungan kerja, mengatakan kenaikan harga minyak adalah kebutuhan "matematis", antara lain, akibat kenaikan harga minyak global dan subsidi jangka panjang pemerintah yang tidak lagi bisa dipertahankan. "Meksiko adalah satu-satunya negara anggota OECD yang tidak mengenakan pajak atas bahan bakar fosil, satu-satunya yang mempraktekkan subsidi," kata Gurria.

Ia menambahkan "penting" buat pemerintah untuk mencegah sektor usaha memanfaatkan tindakan tersebut sebagai alasan untuk menaikkan harga "barang yang tidak memiliki kaitan dengan bensin".

Sementara itu, protes dan pemasangan penghalang jalan berlanjut. Di Negara Bagian Meksiko di bagian tengah negeri itu, polisi pada Senin melaporkan mereka menangkap 662 orang yang dicurigai menjarah 199 toko selama protes pekan lalu. Di Monterrey, ibu kota negara bagian Meksiko Utara, para pejabat pada hari yang sama melaporkan 110 orang telah ditangkap karena mengganggu kedamaian dan menjarah.

"Gasolinazo", nama yang untuk kenaikan harga, telah menyulut kemarahan masyarakat terhadap pemerintah, demikian laporan Xinhua, Selasa pagi. Mantan gubernur Veracruz dan anggota partai yang berkuasa, Javier Duarte, belum lama ini bersembunyi setelah menjarah harta negara.

Kenaikan harga tersebut juga terjadi saat berita utama dipenuhi oleh berita mengenai bonus akhir tahun yang menggiurkan yang diberikan kepada anggota kongres, yang sudah menikmati gaji besar dan uang tunjangan.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya