Le Pen Sesumbar Bawa Prancis keluar dari Uni Eropa

Micom
06/1/2017 22:05
Le Pen Sesumbar Bawa Prancis keluar dari Uni Eropa
(AFP / ALAIN JOCARD)

PEMIMPIN sayap kanan Prancis, Marine Le Pen sesumbar bakal membawa negerinya keluar dari Uni Eropa jika dia terpilih pada Pemilu, pada 7 Mei nanti. Apalagi jika Brussel (kota di Belgia yang menjadi kantor parlemen Uni Eropa) gagal menertibkan masalah perbatasan, penegakan hukum, serta kebijakan ekonomi dan moneter.

Belakangan ini, Le Pen sempat melunak terhadap UE dengan menerima kebijakan mata uang bersama di samping mata uang Prancis. Namun, di hadapan wartawan asing, Jumat (6/1) pemimpin Front Nasional ini dengan tegas kembali menyuarakan sikap oposisinya terhadap UE. "Saya tidak pernah berubah pikiran untuk tetap membawa ini keluar dari UE, apalagi jika saya terpilih jadi presiden,'' tegasnya seperti diwartakan AFP.

Menurutnya, seandainya terpilih jadi presiden Prancis, dia akan menegosiasi ulang tentang empat hal fundamental dengan negara-negara UE, yakni masalah perbatasan, ekonomi, moneter, dan legislatif. Hal itu, kata dia, akan dilakukannya enam bulan setelah dia menggelar referendum Frexit (istilah yang mengacu pada referendum yang membawa Inggris keluar dari UE atau Brexit).

Berbagai kelompok pengecam atau anti Uni Eropa atau kaum eurosceptic, di beberapa negara di Eropa memang bergembira setelah rakyat Inggris memilih keluar dari UE.

Mereka juga menuntut perlunya referendum serupa di negara masing-masing, usai hasil resmi diumumkan bahwa kelompok Brexit – Inggris keluar dari UE – menang pada Juli tahun lalu.

Hal itu memicu kekhawatiran akan mulai ambruknya kesatuan Eropa yang telah dibangun dengan susah payah.

“Kemenangan bagi kebebasan. Seperti yang telah saya minta selama bertahun-tahun, kita sekarang harus menggelar referendum yang sama di Prancis dan negara UE lainnya,” kicau Le Pen, di Twitter, kala itu. OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya