Gencatan Senjata Dilanggar

(AFP/Ths/I-2)
05/1/2017 03:50
Gencatan Senjata Dilanggar
(AFP/ABD DOUMANY)

PERUNDINGAN damai untuk menyelesaikan konflik Suriah batal setelah 10 faksi pemberontak menyatakan mengundurkan diri dari meja perundingan. Pembatalan tersebut telah mengundang reaksi pihak Turki yang mendukung beberapa kelompok pemberontak Suriah. Turki mengingatkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad agar mematuhi gencatan senjata dengan tidak melancarkan serangan udara ke beberapa basis pemberontak.

Namun, faktanya, pasukan Suriah masih menggempur wilayah yang dikuasai kelompok antipemerintah di Suriah. Aksi penyerangan itu telah membuat para wakil dari kelompok pemberontak menolak untuk menyepakati gencatan senjata dan menghadiri perundingan damai. Menlu Turki Mevlut Cavusoglu juga mengatakan Iran sebagai pendukung utama Assad bersama dengan Rusia diminta untuk mengajak milisi Syiah mematuhi gencatan senjata.

Cavusoglu menegaskan, jika gencatan senjata benar-benar dipatuhi semua pihak, pembicaraan perdamaian di Kota Astana, Kazakhstan, pada 23 Januari mendatang dapat dilaksanakan sesuai jadwal. “Jika kita tidak menghentikan serangan dan dalam hal ini melanggar kesepakatan gencatan senjata, proses Astana bisa gagal. Saat gencatan senjata, kami melihat ada banyak pelanggaran,” kata Cavusoglu.

“Ketika kami melihat, yang melakukan pelanggaran ini adalah Hezbollah, kelompok Syiah, dan rezim (pasukan Suriah),” tambah Menlu Turki yang mengacu pada milisi Syiah Libanon yang dikenal sebagai pendukung Da­maskus. Pada bulan lalu, pejabat Rusia dan Turki telah mengajukan gagasan untuk menerapkan gencatan senjata. Gencatan senjata diharapkan menjadi awal perundingan damai di Astana bulan ini.

Namun, awal pekan ini, proses tersebut terancam batal setelah 10 faksi pemberontak Suriah menghentikan perundingan. Kelompok oposisi menuduh Assad telah melanggar gencatan senjata dengan serangan udara di wilayah Idlib yang menewaskan 25 orang. Jelang perundingan damai di Kazakhstan, beberapa pejabat Rusia akan datang ke Turki pada Senin (9/1) dan Selasa (10/1) untuk membahas rencana perundingan. Dewan Keamanan PBB telah menyatakan mendukung upaya pembicaraan damai yang ditengahi Rusia dan Turki. PBB juga berharap pembicaraan damai Suriah di Jenewa, Swiss, bulan depan, diharapkan tetap dilaksanakan. (AFP/Ths/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya