Salahkan Cara Berpakaian Wanita, Mendagri India Didesak Mundur

Arpan Rahman
03/1/2017 21:37
Salahkan Cara Berpakaian Wanita, Mendagri India Didesak Mundur
(Ist)

PESTA Tahun Baru berubah jadi mimpi buruk bagi beberapa wanita yang diduga dicabuli, meskipun sejumlah besar polisi berjaga, di sebuah arena keramaian di pusat kota Bengaluru, India.

Pelecehan itu menyulut kemarahan meluas. Apalagi, pernyataan Menteri Dalam Negeri India memicu kontroversi karena menyalahkan anak-anak muda yang disebutnya menganut "cara Barat" hingga insiden itu terjadi.

Ketua Komisi Nasional Perempuan India (NCW) Lalitha Kumaramangalam murka pada polisi. Dia juga menantang pernyataan Mendagri G Parameshwara dan menuntut agar dia mengundurkan diri. NCW serta Komisi Perempuan Negara Bagian Karnataka juga mencari laporan terpisah dari pemerintah dan polisi atas insiden ini.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki penyebab terkait dalam insiden yang diduga muncul, pada Sabtu 31 Desember malam, di sekitar persimpangan Brigade Road dan M G Road, di mana ribuan orang berkumpul untuk menyambut Tahun Baru.

Saksi mata menunjukkan bahwa para perempuan dilecehkan dan diraba-raba serta dikomentari cabul. Selain itu, mereka juga digerayangi oleh para pria di kawasan mewah tersebut. Padahal diklaim bahwa 1.500 personel polisi sudah dikerahkan guna mengendalikan massa.

Para wanita tanpa teman laki-laki itu harus mencari perlindungan kepada polisi wanita, yang sangat sedikit jumlahnya di lokasi. Para pemuda yang datang bersama teman perempuan mereka merasa kesulitan melindungi temannya, menurut saksi mata.

Berbicara kepada wartawan, Mendagri G Parameshwara berkomentar: "Ini tidak baik. Pasti kita akan menyelidikinya dan memastikan peristiwa ini tidak akan terulang."

"Ada kepentingan untuk meneliti bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi. Kita tidak punya 10.000 orang polisi," katanya seperti dikutip Tribune India dari laporan PTI, Selasa (3/1).

Berbicara kepada saluran berita TV, Parameshwara berkata: "Sayangnya, apa yang terjadi adalah seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa Tahun Baru di Brigade Road, Commercial Street, dan MG Road, sejumlah besar pemuda berkumpul. Mereka hampir seperti orang Barat, mereka mencoba mencontoh orang barat tidak hanya dalam pola pikir, tetapi bahkan cara berpakaian."

Pernyataan ini menteri memicu respons amarah dari Ketua NCW yang menuntut Mendagri mengundurkan diri dan meminta maaf kepada para wanita karena membuat komentar diskriminatif seperti itu. MTVN/OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya