Erdogan Sebut Teror di Istanbul untuk Pecah Belah Warga Turki

Damar Iradat
02/1/2017 08:39
Erdogan Sebut Teror di Istanbul untuk Pecah Belah Warga Turki
(AP Photo/Yasin Bulbul)

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan serangan pada malam Tahun Baru yang menewaskan 39 orang di Istanbul merupakan upaya menciptakan kekacauan di Turki. Namun, ia yakin upaya tersebut tidak akan berhasil.

Erdogan mengatakan, serangan tersebut menyasar perdamaian Turki. Para pelaku berusaha mendestabilisasikan negara dan memicu kekacauan dengan mendemoralisasi rakyat lewat serangan itu.

"Karena mereka menyasar warga sipil," ungkap Erdogan, seperti dikutip Antara, Minggu (1/1).

Namun, Erdogan menegaskan, sebagai sebuah bangsa, ia tidak akan memberi ruang kepada para pelaku-pelaku tersebut. Malah, kata dia, insiden tersebut makin mempersatukan rakyat Turki.

Ia menambahkan, serangan di Istanbul jelas membuktikan bahwa teror tidak pandang bulu. Erdogan bersumpah untuk terus memerangi terorisme.

"Kita khawatir serangan-serangan semacam ini yang dilancarkan berbagai organisasi teror terhadap negara kita, tidak terpisahkan dari insiden-insiden yang terjadi di kawasan kita (Timur Tengah)," sambung dia. "Kita bertekad membasmi ancaman dan serangan terhadap negarasampai ke akar-akarnya." ujar dia.

Diketahui, sebanyak 39 orang tewas akibat serangan yang dilancarkan ke sebuah tempat hiburan malam pada perayaan malam Tahun Baru 2017 di Istanbul.

Ini merupakan aksi penembakan kedua yang terjadi di Turki dua pekan terakhir. Sebelumnya, kurang dari dua minggu lalu, Duta Besar Rusia, Andrei Karlov ditembak mati saat berpidato di Ankara. Aksi itu disebut-sebut sebagai bentuk kemarahan atas konflik kemanusiaan yang terjadi di Aleppo, Suriah.

Istanbul sendiri sebenarnya sudah menetapkan status siaga tinggi. Sebanyak 17.000 personel kepolisian diterjunkan di pusat kota menyusul serangkaian serangan teror dalam beberapa bulan terakhir. ISIS ditengarai jadi dalang di balik serangkaian aksi itu. OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya