Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Turki memburu pria bersenjata yang menyerang kelab malam Reina di Istanbul satu seperempat jam setelah tengah malam Tahun Baru. Salah satu serangan teror mematikan yang mengguncang Turki itu menewaskan 39 orang dan melukai puluhan lainnya.
“Polisi kita telah meluncurkan operasi yang diperlukan. Insya Allah, dia (pelaku) akan ditangkap segera,” ujar Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu seperti dilansir laman harian Turki, Hurriyet, kemarin.
Soylu mengatakan pelaku yang diyakini satu orang tersebut mengenakan pakaian menyerupai Sinterklas. Ada informasi, setelah menebar kematian, ia berusaha keluar dari kelab dengan pakaian berbeda.
“Upaya untuk menangkap penyerang oleh unit-unit polisi juga tengah berlangsung,” kata Soylu kepada wartawan di luar sebuah rumah sakit tempat korban dievakuasi.
Gubernur Istanbul Vasip Sahin menyebut penyerang sebagai teroris yang menembaki pengunjung kelab yang terkenal di Turki itu dengan senjata laras panjang secara membabi buta. Saksi mengatakan saat kejadian ada sekitar 600 orang di kelab malam yang terletak di kawasan mewah Ortakoy tersebut. Beberapa di antara mereka terjun ke Selat Bosphorus untuk menyelamatkan diri.
“Saya harus mengangkat beberapa tubuh di atas saya sebelum saya bisa keluar. Suasana begitu menakutkan,” kata Sinem Uyanik yang berada di dalam kelab.
Insiden berdarah itu terjadi kemarin sekitar pukul 01.15 waktu setempat. Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang mengonfirmasikan 39 orang tewas dan 69 lainnya terluka, 4 di antara mereka dalam kondisi serius.
Menurut Soylu, 20 dari 39 korban yang meninggal telah diidentifikasi, 15 dari mereka ialah warga asing dan 5 lainnya warga Turki. Meski belum jelas, ia juga mengatakan empat warga yang teridentifikasi ialah karyawan kelab.
Media pemerintah, Anadolu, yang mengutip Menteri Urusan Keluarga Fatma Betul Sayan, mengatakan sebagian besar korban yang tewas ialah warga asing dari sejumlah negara seperti Arab Saudi, Maroko, Libanon, Libia, dan Israel.
Ciptakan kekacauan
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan berdarah tersebut, yang ia sebut sebagai upaya untuk menciptakan kekacauan di Turki. Erdogan menegaskan Turki akan terus berjuang melawan terorisme dan para pendukungnya sampai akhir.
“Mereka berusaha menghancurkan moral negara kita dan menciptakan kekacauan dengan menargetkan perdamaian bangsa kita dan menargetkan warga sipil dengan serangan-serangan keji,” ujar Erdogan.
Para pemimpin dari seluruh dunia mengutuk serangan tersebut. Presiden AS Barack Obama menyatakan belasungkawa dan menawarkan bantuan. Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini juga mengutuk serangan via akun Twitter-nya. “Tahun 2017 dimulai dengan serangan di #Istanbul. Pikiran kita bersama dengan korban dan orang yang mereka cintai. Kami terus bekerja untuk mencegah tragedi ini,” kicau Mogherini.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg pun mengutuk serangan itu dengan menyatakan, “Tragis mengawali 2017 di #Istanbul. Pikiran saya dengan mereka yang terkena dampak serangan, yang merayakan Tahun Baru dan rakyat Turki,” ujar Stoltenberg.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri turut mengecam keras serangan di Istanbul dan menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban. Hingga berita ini ditulis, Kemenlu belum menerima laporan adanya warga Indonesia yang jadi korban. (AFP/AP/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved