PBB Dukung Gencatan Senjata

HAUFAN HASYIM SALENGKE
02/1/2017 04:17
PBB Dukung Gencatan Senjata
(AFP/ABD DOUMANY)

KESEPAKATAN gencatan senjata di Suriah yang ditengahi Rusia dan Turki direspons secara positif dan mendapat dukungan penuh dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, laporan dari zona perang mengatakan kesepakatan sebagai upaya untuk mengakhiri perang di Suriah itu dibayangi risiko pelanggaran. Lewat voting yang dilakukan pada Sabtu (31/12) malam, 15 anggota Dewan Keamanan PBB dengan bulat mendukung gencatan senjata yang diprakarsai Moskow dan Ankara.

Kesepakatan itu juga merupakan pembuka jalan bagi perundingan damai Suriah di Kazakhstan akhir Januari. Resolusi Dewan Keamanan PBB itu mengamanatkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat, aman, dan tanpa hambatan ke seluruh wilayah Suriah. Turki dan Rusia, yang memiliki sikap berlawanan dalam konflik Suriah, mengatakan pembicaraan damai akan melengkapinya, bukan mengganti upaya perdamaian yang didukung PBB.

Pembicaraan tersebut ditegaskan kedua negara itu termasuk bagian negosiasi yang telah ditetapkan untuk dilanjutkan pada 8 Februari di Jenewa, Swiss. “PBB menyambut baik dan mendukung upaya Rusia dan Turki untuk mengakhiri konflik di Suriah dan pembuka jalan bagi solusi politik. Pembicaraan damai di Astana, Kazakhstan, merupakan langkah penting,” kata Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan.

Rusia, yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, melakukan pembahasan gencatan senjata dengan Turki pada awal pekan Desember. Pembahasan itu diharapkan membuka jalan bagi perundingan perdamaian di ibu kota Kazakhstan, Astana, pada akhir Februari mendatang.

AS absen
Dalam pembicaraan gencatan senjata dan kesepakatan damai, pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak terlibat aktif. Jelang akhir jabatannya, Presiden AS Barack O bama pun tidak banyak berkomentar seputar penyelesaian konfl ik di Suriah. Sementara itu, Moskow yang sedang kecewa dengan kepemimpinan Obama mengatakan berharap bisa menyertai pemerintahan presiden terpilih AS, Donald Trump, yang segera dilantik pada 20 Januari mendatang.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, sebelumnya menyatakan harapan Dewan Keamanan PBB akan mendukung pembicaraan damai Suriah di Kazakhstan dan menyokong resolusi dengan suara bulat. Namun, beberapa anggota Dewan Keamanan PBB meminta klarifikasi tentang jangkauan resolusi, apa artinya bagi pembicaraan PBB, pengaruh kesepakatan terhadap pemberontak, dan apa artinya bagi bantuan kemanusiaan.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan harapan gencatan senjata akan sepenuhnya dihormati. Paris menyerukan dimulainya kembali negosiasi politik secepatnya yang ditengahi Dewan Keamanan PBB. Sejumlah laporan dari zona perang mengungkapkan gencatan senjata yang efektif memasuki hari kedua pada Sabtu (31/12) berada dalam risiko.

Penyebabnya, sejumlah sumber melaporkan masih terjadi serangan udara dari jet tempur Suriah dan Rusia serta baku tembak di beberapa wilayah Suriah. (AFP/AP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya