Korut Klaim Memiliki Rudal Antarbenua

(AFP/Ths/I-2)
02/1/2017 04:00
Korut Klaim Memiliki Rudal Antarbenua
(AFP PHOTO / KNCA / STRINGER)

PEMIMPIN Korea Utara (Korut) Kim Jong-un kembali menjadi pusat perhatian dunia. Pada pidato sambutan Tahun Baru pada Sabtu (31/12) malam, Kim menegaskan pihaknya tengah dalam persiapan untuk meluncurkan rudal jarak jauh antarbenua (ICBM) yang mencapai tahap akhir. "Kami berada dalam tahap akhir uji peluncuran rudal balistik antarbenua," kata Kim dalam pidatonya yang berlangsung selama 30 menit melalui stasiun televisi setempat.

Pyongyang, tegas Kim, telah tumbuh dan berkembang sebagai 'kekuatan nuklir' dunia. Bahkan negera berideologi sosialis tersebut semakin menegaskan posisi Pyongyang sebagai kekuatan militer di wilayah timur dunia yang tidak bisa disentuh, termasuk musuh-musuh yang kuat sekalipun. Korut telah melakukan dua uji nuklir dan meluncurkan rudal pada tahun lalu.

Dalam pernyataannya, putra dari pemimpin Korut Kim Jong-il tersebut rudal jarak jauhnya merupakan bagian dari sistem persenjataannya. Rudal yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir tersebut diyakini dapat mencapai wilayah Amerika Serikat (AS) yang juga dikenal sebagai negara yang kerap menekan Korut.

"Kami telah melihat prestasi yang luar biasa untuk memperkuat kekuatan militer kami, termasuk fakta bahwa persiapan kami untuk melakukan tes peluncuran rudal balistik antarbenua sudah berada pada tahap akhir," tambah Kim.
Sementara itu, para pengamat memiliki pandangan yang berbeda-beda terkait semakin dekatnya upaya Pyongyang untuk mewujudkan ambisi nuklirnya secara penuh.

Selama ini, Korut belum berhasil mewujudkan ambisinya membuat rudal ICBM. Namun, para pengamat bersepakat bahwa Korut telah membuat langkah besar sejak Kim mengambil alih kepemimpinan dari ayahnya Kim Jong-il yang meninggal pada Desember 2011. Pada bulan lalu, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan bahwa Korut telah mengembangkan kemampuan untuk memasangkan hulu ledak nuklir dengan rudal dan meluncurkannya.

Namun, negara tersebut dinilai belum memiliki kemampuan untuk membawa kembali rudal dari angkasa dan menembakkan rudal-rudal tersebut yang mengenai target. Bersamaan dengan pemakzulan Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye, Pyongyang ingin memprovokasi dengan menunjukkan kekuatan rudalnya.

Apalagi, kini jabatan presiden dijabat oleh Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn sebagai presiden Korsel interim. Kim mengecam Seoul di bawah kepemimpinan Park Geun-hye yang telah membuat hubungan antar-Korea memburuk.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya