Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGIRIMAN kokain yang dilakukan jaringan pengedar narkoba internasional terbongkar dalam operasi gabungan antara polisi Australia dan Tahiti Kamis (30/12)..Operasi bersama kedua negara tersebut berhasil menyita 1,1 ton kokain yang bernilai ratusan juta dolar Ameria Serikat (AS). Polisi mendata 600 kilogram kokain yang berhasil digagalkan angkatan laut Prancis di perairan Tahiti.
Sebanyak 500 kilogram disita pada Hari Natal di Sydney, Australia, dan 32 kilogram heroin di Fiji. Semua barang terlarang itu hendak dikirim ke Australia. "Jumlah total narkoba yang disita 1,1 ton dan menjadi penyitaan kokain terbesar dalam sejarah penegakan hukum di Australia," kata Asisten Komisi Interim Polisi Federal Australia Chris Sheehan.
Nilai kokain yang dikirim dari Amerika Selatan tersebut diperkirakan mencapai Aus$360 juta atau US$260 juta. Nilai kokain tersebut setara dengan Rp3,5 triliun. "Sindikat kejahatan yang kami telah bongkar beberapa hari lalu ialah sindikat yang kuat, pantang menyerah, dan besar," jelas Chris Sheehan. "Ini keberhasilan yang signifikan.Semua kelompok telah diatasi," kata Mark Jenkins, Asisten Komisioner Polisi New South Wales. "Ini ialah jumlah terbesar dalam bisnis kokain," tambahnya.
Jenkins mengatakan paket kokain yang berhasil disita memiliki nilai ekonomi yang luar biasa. "Namun, narkoba yang lebih dari satu ton berhasil dicegah untuk dijual di jalanan dan akan membuat menderita masyarakat (Australia)." Sebelum upaya penyelundupan berhasil dibongkar, polisi telah melakukan penyelidikan selama lebih dari dua tahun. Laporan tersebut diperoleh dari seorang anggota kartel narkoba dan mengumpul sejumlah informasi dari Amerika Selatan.
Selain berhasil menyita 1,1 kokain, aparat gabungan Australia dan Tahiti juga menangkap 14 orang Australia dan 1 asal Selandia Baru yang berusia antara 29 tahun dan 63 tahun. Mereka yang ditangkap diyakini bagian dari jaringan yang mengimpor narkoba internasional. Mereka juga memohon pembebasan dengan uang jaminan, tetapi aparat Australia menolaknya,
Surat kabar Sydney's Daily Telegraph melaporkan satu dari 15 yang ditahan ialah seorang mantan bintang liga rugbi dan pebisnis yang memiliki usaha di pusat bisnis di Kota Sydney. Dengan harga narkoba yang tinggi telah menarik para penjual narkoba untuk memasuk barang terlarangnya ke Australia. Polisi mengatakan pihaknya telah menyita 18 ribu produk narkoba yang diimpor pada tahun lalu.
Polisi 'Negeri Kanguru' merilis video yang menunjukkan beberapa orang ditangkap dari sebuah kapal nelayan. Mereka dibawa dengan tangan yang diborgol. Di sisi lain, sejumlah warga Australia pernah ditahan dan diadili karena terlibat penjualan narkoba di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved