Tiongkok Ancam Amerika Serikat

29/10/2015 00:00
Tiongkok Ancam Amerika Serikat
( AFP/HANDOUT/US NAVY )
KEMENTERIAN Luar Negeri Tiongkok memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Tiongkok, Max Baucus, kemarin, terkait dengan patroli kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Lassen, di Laut China Selatan, Senin (26/10).

Melalui Baucus, Tiongkok menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas patroli yang dilakukan militer AS. Juru bicara Kementerian Tiongkok, Lu Kang, menyatakan pihaknya siap menangkal pihak-pihak yang telah menciptakan ketegangan.

"Faktanya, jika pihak-pihak terkait mencoba membuat ketegangan di kawasan dan membuat masalah tanpa sebab, Tiongkok terpaksa mengambil keputusan bahwa kami akan memperkuat dan mempercepat peningkatan kemampuan kami yang dibutuhkan. Saya menasihati AS untuk tidak menciptakan harapan untuk memenuhi keinginan sendiri," jelas Lu Kang.

Ia menegaskan, Washington harus mengoreksi 'kesalahannya segera' untuk menghindari hubungan yang menyakitkan antara Tionglok dan AS.

Juru bicara militer Tiongkok, Kolonel Tang Yujun, melontarkan pernyataan keras. Ia menilai patroli yang dilakukan kapal USS Lassen telah menyalahgunakan kebebasan maritim. 
Duta Besar Tiongkok untuk AS, Cui Tiankai, juga menyampaikan pendapat senada. Ia menyebut aksi kapal AS sebagai bentuk provokasi politik dan militer yang serius. Menurutnya, sudah sangat jelas AS bertujuan memiliterisasi kawasan Laut China Selatan.

"Sangat absurd dan bahkan AS sangat munafik. (Mereka) meminta negara lain untuk tidak memiliterisasi kawasan tersebut, sementara dirinya sendiri mengirim kapal militer begitu sering," kata Cui kepada CNN.

Dalam menanggapi kecaman dan ancaman Tiongkok, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Ash Carter mengatakan misi patroli AS tetap akan berlanjut. "Kami akan terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional memperbolehkan dan di mana pun jika dibutuhkan," ujarnya.

Pernyataan Menhan didukung negara-negara sekutu AS. Pemerintah Australia mendukung hak semua negara untuk melintasi Laut China Selatan. Taiwan menolak klaim kedaulatan Tiongkok terhadap kepulauan Spratly.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga juga menolak pernyataan Tiongkok tentang sengketa wilayah di Laut China Selatan. Ia meminta perlunya perlindungan untuk melindungi kawasan Laut China Selatan.

Greg Poling, Direktur Asia Maritime Transparency Initiative dari Center for Strategic and International Studies, Washington, AS, mengatakan AS tidak melanggar hukum maritim internasional. "Jika Tiongkok menyanggah dengan mengatakan AS memasuki wilayah teritorialnya, AS bisa menjawab tidak, aturan itu di kawasan perairan untuk sebuah pulau buatan," kata Poling. (AFP/CNN/Aya/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya