Pesan Damai dari Pearl Harbour

AFP/Ths/I-1
29/12/2016 06:44
Pesan Damai dari Pearl Harbour
(AP Photo/Carolyn Kaster)

Presiden AS Barack Obama mene­mani Perdana Menteri Jepang Shin­zo Abe saat mengunjungi Pearl Harbour, di Hawaii, Amerika Serikat, Selasa (27/12). Pertemuan keduanya menandai ungkapan perdamaian dan kekuatan rekon­si­li­asi kedua negara yang pernah berperang dengan korban sangat besar.

Momen ini merupa­kan catatan berseja­rah, setelah 75 tahun serangan besar-be­sar­an Jepang ke pang­kalan militer AS Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, yakni peristiwa yang kemudian membawa AS terjun dalam Perang Dunia II.

Dalam ziarahnya kali ini, Abe me­nyatakan ungkapan ‘belasungkawa yang tulus dan abadi’ serta memberikan penghormatan kepada lebih dari 2.400 orang Amerika yang tewas dalam serangan itu. Abe dan Obama juga meletakkan karangan bunga dan hening sejenak mendoakan para korban.

“Kami tidak akan pernah mengulangi lagi kengerian perang,” kata Abe. “Apa yang telah mengikat kita bersama-sama ialah kekuatan rekonsiliasi, dimungkinkan melalui semangat toleransi.”

Obama yang pada Mei lalu mengunjungi Hiroshima, target bom nuklir AS di Jepang, juga mene­gaskan komitmen yang sama. “Saya menyambut Anda di sini dalam semangat persaha­batan,” katanya.

Obama berharap pertemuan mereka bisa mengirim pesan kepada dunia bahwa banyak hal baik yang bisa dimenangi dalam perdamaian daripada perang.

“Bahwa rekonsiliasi membawa imbalan yang lebih daripada pembalasan,” katanya.

Pertemuan bersejarah Obama dan Abe ini dilakukan menjelang berakhirnya pemerintahan Obama Januari nanti. Di bawah Presiden AS yang baru Donald Trump pola hubungan kedua negara juga belum bisa dipastikan. (AFP/Ths/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya