Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 400 aktivis perdamaian dari seluruh dunia melakukan long march dari pinggiran Kota Berlin menuju Aleppo, Suriah. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk dukungan dan tekanan politik untuk membantu warga sipil yang kini masih terjebak dalam konflik di Suriah.
Long march itu digagas wartawan asal Polandia dan bloger, Anna Alboth. Para peserta gerakan Civil March for Aleppo tersebut memegang bendera putih, mengenakan tas gunung, dan membawa perlengkapan musim dingin lainnya.
Kepada surat kabar berhaluan kiri Jerman, Tageszeitung, Alboth mengatakan long march itu diharapkan dapat mencapai perbatasan Turki untuk selanjutnya menuju ke Kota Aleppo, Suriah.
“Tujuan sebenarnya dari pawai ini ialah bahwa warga sipil di Suriah harus mendapatkan akses bantuan kemanusiaan,” katanya. “Kami berbaris untuk memberi tekanan.”
Para peserta long march berangkat dari Bandara Tempelhof, Berlin, pada Senin (26/12). Di sekitar bandara tersebut, terdapat penampungan ribuan pengungsi asal Suriah, Irak, dan negara lainnya.
Para peserta long march berencana menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer setiap harinya. Mereka akan berjalan dengan rute melintasi wilayah Ceko, Austria, dan beberapa negara Balkan, selanjutnya ke Turki dan kemudian ke Aleppo.
Rute dari para peserta long march itu pernah dilalui sekitar 1 juta pengungsi dari Suriah menuju negara-negara Eropa khususnya Jerman dengan jarak tempuh sekitar 3.000 kilometer.
Alboth, pengagas Civil March for Aleppo, mengatakan dengan aksi tersebut, mereka ingin mengetahui seberapa penting tragedi kemanusiaan di Suriah bagi politisi Eropa. Pasalnya pejabat Eropa masih melihat krisis Suriah dengan sudut pandang politik dan melupakan sisi kemanusiaan.
Sementara itu di wilayah timur Suriah, sejumlah serangan udara dilakukan pesawat tempur tak dikenal dan menewaskan sedikitnya 22 warga sipil, termasuk 10 anak, di sebuah desa yang dikontrol kelompok militan Islamic State (IS).
Kelompok Syrian Observatory for Human Rights mengatakan korban berasal dari dua keluarga di Kota Hojna, Provinsi Deir Ezzor yang berbatasan dengan Irak.
Di sisi lain, Turki dan Rusia secara terpisah menuduh AS mendukung ‘kelompok teroris’ di Suriah. Pejabat kedua negara akan bertemu untuk membahas pembicaraan damai Suriah di Kazakhstan pada bulan depan.
Pada Selasa (27/12), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa pasukan koalisi pimpinan AS memberikan dukungan kepada IS dan kelompok Kurdi yang terdiri dari Perlindungan Rakyat (YPG) dan Partai Uni Demokratik (PYD).
“Sekarang mereka memberikan dukungan kepada kelompok teroris termasuk Daesh (IS),” ujar Erdogan di Ankara. (AFP/Ths/Hym/Ihs/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved