Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, yang tengah dibelit skandal korupsi ditinggalkan hampir seperempat anggota parlemen dari partainya, Saenuri. Langkah itu menjadi pukulan keras terhadap posisi politik dan kekuasaan Park yang telah dimakzulkan parlemen.
Sebanyak 29 anggota yang meninggalkan Partai Saenuri berencana membentuk partai konservatif baru. Mereka tengah mempertimbangkan tokoh yang pas untuk menjadi ketua umum partai yang akan dibentuk tersebut.
Laporan media lokal mengatakan partai baru tersebut akan mencoba mengajukan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon yang habis jabatannya pada 1 Januari mendatang itu sebagai calon presiden dalam pemilu mendatang.
Ban dipandang sebagai harapan terbaik untuk kaum konservatif Korsel untuk memenangi kembali Blue House (Kantor Kepresidenan Korsel). Survei terbaru menempatkan Ban unggul tipis atas politikus liberal, Moo Jae-in.
Mereka yang hengkang tersebut mengkritik tajam para loyalis Park. Posisi Park pun semakin sulit setelah terungkap skandal korupsi yang melibatkan sahabat karib lamanya, Choi Soon-sil.
Choung Byoung-gug, salah satu anggota parlemen Saenuri yang membelot, menuduh para loyalis mengabaikan nilai-nilai konservatisme yang menjadi anutan partai dan tanpa malu-malu membela pelanggaran nilai-nilai konstitusi.
“Para loyalis Park melupakan nilai-nilai konservatisme yang sesungguhnya, yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat. Loyalitas mereka kepada presiden dan pengabaian suara dan kepercayaan rakyat telah membiarkan Choi Soon-sil mencampuri urusan negara,” kata sebuah pernyataan bersama 29 anggota yang membelot seperti dilansir kantor berita Korsel, Yonhap.
“Kepergian kami akan membuka momentum mengubah insiden tragis yang menimpa negara--pemakzulan presidennya--menjadi peluang untuk pengembangan demokrasi,” tambah kelompok pembangkang.
Tinggalkan Saenuri
Politisi yang semula mendukung Park akan mengambil sikap berlawanan. Mereka akan memilih untuk meninggalkan Partai Saenuri dalam pekan-pekan mendatang dan semakin membuat perpecahan di tubuh partai yang berkuasa itu.
Parlemen telah melakukan voting suara untuk memakzulkan Park awal bulan ini atas tuduhan memberikan kesempatan kepada Choi untuk memangaruhi urusan pemerintahan. Padahal, Choi tidak memiliki jabatan resmi.
Choi juga dituduh menggunakan kedekatannya dengan Park untuk memeras uang dari sejumlah perusahaan besar Korsel, termasuk Samsung, untuk yayasan pribadinya.
Pemakzulan Park berjalan mulus setelah lebih dari 60 anggota Saenuri di parlemen menyeberangi garis partai untuk bergabung dengan partai oposisi dalam meloloskan mosi untuk melengserkan presiden perempuan pertama ‘Negeri Ginseng’ itu.
Nasib kekuasaan Park saat ini berada di tangan Mahkamah Konstitusi yang tengah meninjau untuk memutuskan apakah layak dimakzulkan atau tidak. Saat ini tanggung jawab Park telah dialihkan kepada Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn.
Putusan Mahkamah Konstitusi akan mendorong pemilu baru. Selain itu, kaum konservatif pembelot akan memanfaatkan keterpurukan Saenuri.
Apalagi Ban, tokoh yang mereka proyeksikan untuk kursi presiden, unggul dari politikus liberal Moon Jae-in dalam survei terbaru. Pada jumpa pers dengan wartawan Korsel di New York, AS, kemarin, Ban mengatakan dirinya siap untuk menceburkan diri dalam pengabdian untuk Korsel. (AFP/DW/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved