Pemerintah Serang Wadi Barada

Aljazeera/Ihs/I-3
28/12/2016 06:12
Pemerintah Serang Wadi Barada
(Pemerintah Suriah meluncurkan serangan udara ke Kota Wadi Barada yang terletak di sebelah barat laut Damaskus pada Senin (26/12). -- AFP Photo / George Ourfalian)

PEMERINTAH Suriah meluncurkan serangan udara ke Kota Wadi Barada yang terletak di sebelah barat laut Damaskus pada Senin (26/12) waktu setempat. Puluhan orang, termasuk anak-anak terluka akibat se­­rangan tersebut.

Menurut Al Jazeera, pasuk­an pemerintah Suriah sejak Jumat (23/12) meluncurkan serangan ofensif terhadap kelompok Jaysh al-Islam yang menguasai Wadi Barada. Kelompok itu terkenal paling kuat melawan pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Pasukan Suriah dan kelom­­pok bersenjata Libanon, Hezbollah meluncurkan operasi untuk merebut Kota Wadi Ba­rada setelah menuduh ke­lompok pemberontak tersebut mencemari saluran air minum dengan solar.
Dalam sebuah video yang diposting kelompok oposisi di media sosial, serangan di wilayah yang dikuasai Jaysh al-Islam itu kian intensif.

Sedikitnya 14 penduduk si­pil tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serang­kaian bom barel yang digunakan pemerintah Suriah. Kelompok relawan White Helmets mengatakan, sejumlah orang terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan bom berat itu.

Bom barel mentah yang ledakannya menyasar tidak terarah itu biasa digunakan pemerintah Suriah untuk menyerang wilayah kekuasa­an pemberontak. Bom yang dibuat dari drum minyak be­sar berisi bahan peledak, paku, dan besi tua itu telah menewaskan ribuan penduduk sipil.

Wadi Barada merupakan daerah pegunungan yang ber­ada dekat dengan perba­tasan Libanon. Sejak 2014, ka­wasan itu telah di bawah pengepungan sehingga pasok­an makanan, air, dan listrik terbatas.

Menurut laporan terbaru kelompok bantuan PAX yang berbasis di Belanda serta Suriah Institute yang berbasis di Washington, lebih dari sa­tu juta penduduk Suriah diyakini telah terperangkap dalam setidaknya 39 komunitas di Suriah. Angka ini cenderung terus bertambah karena pasukan Assad yang terus meluncurkan serangan.

Sebelumnya pemerintah Suriah telah berhasil me­nguasai kembali Kota Aleppo melalui pertempuran intens yang mengakibatkan puluhan ribu penduduk sipil Suriah mengungsi.

Perang sipil Suriah bermu­la dari pemberontakan melawan Assad pada Maret 2011, namun dengan cepat berkem­bang menjadi konflik bersenjata yang melibatkan banyak pihak serta mengakibatkan 11 juta penduduk Suriah mengungsi.

Sementara itu, Turki telah mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan se­rangan udara terhadap kelompok Islamic State (IS) di Kota Al-Bab di Suriah utara, dekat perbatasan Turki.

Pertempuran merebut kembali Al-Bab adalah bagian dari upaya luas Turki untuk membersihkan wilayah perbatasan dengan Suriah dari IS. Militer Turki mengatakan lebih dari 215 daerah permukiman, termasuk Kota Jarablus di Suriah Utara, telah dibersihkan dari IS. (AlJazeera/Ihs/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya