Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiongkok menandatangani kesepakatan untuk memulihkan kembali hubungan diplomatik dengan Sao Tome and Principe, kemarin. Kesepakatan itu terjadi setelah negara kecil di Afrika itu mengumumkan pemutus-an hubungan dengan Taiwan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok Wang Yi dan Menlu Sao Tome Urbino Botelho menandatangani dokumen yang meresmikan hubungan baru kedua negara di Diaoyutai State Guest House, Beijing.
“Kita perlu mengakui bahwa Tiongkok memainkan peran yang semakin penting di dunia internasional. Kami ingin memperbaiki kesalahan kami di masa lalu,” ujar Botelho.
Sementara itu, Wang mengatakan Tiongkok sangat menghargai pilihan yang dilakukan Sao Tome. “Kami sangat senang melihat Sao Tome dan Principe telah aktif mengikuti gelombang sejarah, melihat fakta dan kepentingan jangka panjang untuk masyarakat kedua negara,” ujar Wang.
Pada Rabu (21/12), Beijing telah menyambut keputusan Sao Tome untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan yang telah dijalin sejak tahun 1997. Sejak mengakui kedaulatan negara yang dilihat Tiongkok sebagai republik pembangkang itu, Sao Tome pun putus hubungan dengan Tiongkok.
Di lain pihak, Taiwan segera mengecam keputusan itu. Taiwan menyebut Pemerintah Sao Tome telah bertindak sembrono dan tidak ramah. Menurut Menlu Taiwan, David Lee, Sao Tome telah menuntut bantuan keuangan dalam jumlah yang sangat besar untuk melanjutkan hubungan dengan Taipei, namun ditolak Taiwan.
Setelah keputusan Sao Tome, Taiwan saat ini hanya memiliki hubungan diplomatik dengan 21 negara, termasuk dua negara di Afrika dan Vatikan, yang menjadi profil pendukung tertinggi Taiwan.
Selama bertahun-tahun, Tiongkok dan Taiwan terlibat dalam perang tarik-menarik diplomatik, menarik sekutu masing-masing dengan paket keuangan atau dikenal sebagai ‘diplomasi buku cek’.
Kericuhan diplomatik antara keduanya sempat mereda ketika Taiwan dipimpin pemerintahan yang pro-Beijing.
Namun, dua bulan setelah Presiden Tsai Ing-wen dari Partai Demokratik Progresif (DPP) yang anti-Tiongkok berhasil memenangi pemilihan umum, Tiongkok segera menjalin hubungan dengan mantan sekutu Taiwan, Gambia.
Ketegangan kedua negara semakin buruk ketika Presiden Tsai melakukan panggilan telepon yang tidak biasa ketika mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Tsai saat ini tengah mempersiapkan kunjungannya bulan depan untuk bertemu dengan sekutu diplomatiknya di Amerika Latin, dan diperkirakan akan sekaligus melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Hal ini akan membuat Tiongkok lebih murka. (AFP/Ihs/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved