Keceriaan Natal lewat Kontes Ratu Kecantikan Gadungan

AFP/Nat/I-2
26/12/2016 08:33
Keceriaan Natal lewat Kontes Ratu Kecantikan Gadungan
(Ekspresi Gwen, seorang tahanan yang memenangi kontes ratu kecantikan waria di lapangan Rumah Tahanan Kota Quezon, Manila, Filipina, Sabtu (24/12). -- AFP PHOTO / TED ALJIBE)

LAYAKNYA peserta Miss Universe sungguhan, sejumlah pria berkostum ratu kecantikan berlenggak lenggok di atas panggung dadakan. Gerakan yang gemulai lama-lama berubah menjadi jingkrakan dan lompatan kegirangan di salah satu rumah tahanan terpadat di Filipina itu pada perayaan Natal.

Ratusan tahanan yang menjadi penonton pertunjukan ‘Miss Universe’ di lapangan Rumah Tahanan Kota Quezon itu tampak tergelak dan bersiul ketika para ratu kecantikan ‘gadungan’ itu tampil berdansa dan bernyanyi. Sebelas gay dan seorang transgender itu menggunakan wig, riasan wajah, gaun, dan elaborasi kostum Mardi Gras untuk tampil memukau dalam acara itu.

“Di sini kesepian, tetapi saya senang saya menang kontes,” ujar Gwen yang menjadi pemenang dalam kontes ratu kecantikan waria itu. Gwen yang ditangkap dan menjadi tahanan dua tahun lalu atas kasus penjualan narkoba itu sangat bangga. “Kemenangan ini telah membawa pujian bagi pasukan saya,” ujarnya seraya menunjuk gengnya.

Natal kali ini menjadi semarak dengan diadakannya acara tersebut. “Ini menjadi bagian dari program pengembangan kesejahteraan tahanan. Setelah mereka mengikuti kegiatan seperti ini mereka mendapatkan pengurangan masa tahanan melalui perilaku yang baik menurut aturan hukum,” ujar pihak penyedia layanan di rumah tahanan itu, Ferdinand Abejon.

Dengan program-program seperti itu, para tahanan sedikit terhibur dan lupa atas kondisi penjara. Apalagi di hari istimewa seperti Natal, mereka yang tidak bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing itu akhirnya dapat merasakan keceriaan.

Tahanan di Filipina ialah salah satu yang paling padat di dunia, menurut Institut Riset Kebijakan Kriminal Universitas London. Rumah tahanan Kota Quezon berisi pelaku kasus kejahatan yang belum divonis bersalah. Namun, karena pengadilan kewalahan dengan kasus yang melebihi kapasitas penanganan, akhirnya mereka bisa ditahan di sana bertahun-tahun.

Situasi semakin memburuk dengan penangkapan massal yang dilakukan pihak kepolisian atas misi pemberantasan narkoba yang diberlakukan Presiden Rodrigo Duterte. Sejak perang terhadap narkoba diumumkan, polisi telah menangkap 40 ribu tersangka kasus narkoba untuk menjadi penghuni tahanan.

Dengan kondisi kelebihan kapasitas yang akut, pihak rumah tahanan berupaya membuat program, salah satunya untuk dapat mempersingkat masa tahanan mereka yang terbukti berkelakuan baik. (AFP/Nat/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya