Rusia Selidiki Penyebab Tu-154 Jatuh

AFP/BBC/Hym
26/12/2016 07:58
Rusia Selidiki Penyebab  Tu-154 Jatuh
(Sebuah pesawat militer Rusia Tu-154 yang mengangkut 92 orang penumpang, jatuh ke Laut Hitam dalam perjalanan ke Suriah pada Minggu, (25/12). -- AP Photo/Dmitry Petrochenko)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan komisi negara untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat militer Tu-154. Ia mengirim ucapan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan sesuatu (tentang penyebab kecelakaan ini),” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Kementerian Pertahanan Rusia, kemarin, mengonfirmasi sebuah pesawat militer Rusia Tu-154 dengan 92 orang di dalamnya, termasuk paduan suara militer terkenal, yang hilang kontak telah jatuh ke Laut Hitam tak lama setelah lepas landas.

Kantor berita lokal, mengu­tip kementerian pertahanan, mengatakan, “Pesawat Tu-154 berangkat dari Bandara Adler di Kota Sochi, selatan Rusia, pada Minggu (25/12) dan menuju Latakia di Suriah.”

Pesawat diketahui menghilang dari radar dua menit setelah lepas landas dari resor Sochi pukul 05.25 waktu setem­pat. Puing-puing dan satu jenazah telah ditemukan dan sejauh ini belum ada laporan korban yang selamat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Tu-154 tersebut membawa sejumlah tentara, 64 anggota Alexandrov Ensemble, paduan suara resmi pemerintah yang terkenal, dan sembilan wartawan.

Sebuah manifes penumpang dan awak yang dirilis oleh kementerian menunjukkan 64 anggota Alexandrov Ensemble, pemimpin orkes Valery Khali­lov, dan Elizaveta Glinka, seorang dokter dan pekerja amal yang bertugas di dewan HAM Kremlin, berada di dalam pesawat.

Glinka bepergian ke Suriah untuk membawa obat-obatan untuk rumah sakit universitas di kota pesisir Latakia dekat pangkalan udara. Sementara anggota paduan suara melaku­kan perjalanan ke Suriah untuk merayakan Tahun Baru dengan pasukan Rusia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Igor Konashenkov, mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa satu jenazah ditemukan enam kilometer di lepas pantai kota Resor Sochi. Operasi pencarian darurat masih berlangsung untuk menemukan korban yang hilang.

“Fragmen pesawat Tu-154 milik Kementerian Pertahanan Rusia ditemukan 1,5 kilometer dari pantai Laut Hitam di Kota Sochi pada kedalaman 50 sampai 70 meter,” kata Igor.

Rekaman audio yang ber­edar di media Rusia dan disebut percakapan terakhir antara pihak pengendali lalu lintas udara dan pesawat menunjukkan tidak ada tanda-tanda kesulitan atau masalah yang dihadapi oleh kru.

Suara yang terdengar tetap tenang hingga pesawat menghilang dan pengendali mencoba mengontak pesawat, tetapi sia-sia. Sumber anonim di pemerintah mengatakan pesawat menghilang ketika sedang bermanuver di atas perairan Rusia.

Pesawat itu disebut melaku­kan penerbangan rutin ke pangkalan udara Hmeimim milik Rusia di barat Suriah, yang telah digunakan untuk meluncurkan serangan udara, mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil yang menghancurkan negara itu. (AFP/BBC/Hym)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya