Trump Berniat Tutup Yayasan Amalnya

AFP/Ihs/I-2
26/12/2016 06:58
Trump Berniat Tutup Yayasan Amalnya
(Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump. -- AFP PHOTO / JIM WATSON)

PRESIDEN terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan akan membubarkan yayasan amal yang kontroversial miliknya untuk menghindari konflik kepentingan. Namun, keinginan Trump tersebut menjadi rumit terkait tuntutan hukum yang sedang dilakukan.

Jaringan bisnis Trump, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Yayasan Donal J Trump miliknya, tengah berada dalam penyelidikan sejak Trump memenangi pemilihan presiden AS pada November lalu.

Yayasan milik pribadi Trump juga menjadi sorotan setelah ada dugaan kuat mengalirkan sejumlah dana ke yayasan tersebut. Dalam penyelidikan yayasan milik Trump, Jaksa Agung Eric Schneiderman pun turut terlibat.

Dalam sebuah pernyataan kepada media setempat, Sabtu (24/12) waktu setempat, Kantor Kejaksaan Agung menegaskan bahwa Trump belum bisa menutup yayasan amal tersebut.

“Yayasan Trump masih dalam proses pemeriksaan oleh kantor ini (Kejaksaan Agung) dan tidak dapat secara legal ditutup sampai penyelidikan selesai,” ujar juru bicara Schneiderman, Amy Spitalnick.

Sementara itu, tim transisi Trump mengatakan sang miliarder telah mengarahkan para penasihatnya untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menutup yayasan tersebut.

“Yayasan tersebut telah melakukan banyak pekerjaan, baik selama bertahun-tahun dalam memberikan kontribusi jutaan dolar AS untuk sekian banyak kelompok yang membutuhkan, termasuk mendukung veteran, penegak hukum, dan anak-anak,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan.

“Namun, untuk menghindari munculnya konflik terkait peran sebagai presiden, saya memutuskan untuk terus mendukung kepentingan kuat saya dalam bidang kemanusiaan dengan cara lainnya,” kata Trump.

“Saya telah memutuskan untuk terus mengejar minat saya yang kuat dalam filantropi dengan cara lain,” tambahnya.

Pada edisi Juni lalu, surat kabar Washington Post melaporkan hasil investigasi bahwa Trump hanya membagikan sebagian kecil dari dana yang dijanjikan untuk diamalkan.

Trump dinilai memberi janji manis untuk menyumbang. Namun, dia memperlambat untuk menyumbangkan dana US$1 juta kepada yayasan veteran. (AFP/Ihs/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya