Asia Tenggara Siaga Ancaman Teror

Micom
23/12/2016 15:47
Asia Tenggara Siaga Ancaman Teror
(ANTARA/Ahmad Subaidi)

PARA penegak hukum di Asia Tenggara siap siaga menjelang Natal dan Tahun Baru setelah dua rencana serangan bom digagalkan Australia dan Indonesia, serta setelah Malaysia menangkap para tersangka militan.

Seperti diwartakan AFP, Jumat (23/12) polisi Australia berhasil menggagalkan rencana serangan teror di sejumlah tempat terkenal di Melbourne pada Hari Natal. Komplotan teror ini disebut Australia sebagai ancaman teroris yang nyata dan diilhami oleh Islamic State.

Pengumuman Australia ini dilakukan setelah serangan teror di Berlin di mana seorang keturunan Tunisia menyerudukkan truk yang dibawanya untuk menewaskan 12 orang.

Menurut Antara, Kantor Berita Reuters juga menyoroti serangkaian langkah Indonesia melumpuhkan para tersangka teror di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir. Kantor berita Inggris ini menuliskan bahwa Indonesia menggelarkan 85.000 polisi dan 15.000 tentara untuk perayaan Natal dan Tahun Baru.

Di Malaysia di mana IS bertanggung jawab atas serangan lemparan granat ke sebuah bar di pinggiran Kuala Lumpur Juni silam, berkata pekan ini bahwa mereka telah menangkap tujuh orang terduga jaringan militan.

Polisi Malaysia akan mengawasi terminal-terminal, pusat hiburan dan titik-titik wisatawan. "Kami berusaha untuk tidak menampilkan kehadiran fisik di depan publik dan fokus kepada pencegahan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Nur Jazlan Mohamed. "Orang harus merasa bebas menikmati liburan mereka."

Sementara itu Thailand berencana menggelarkan sekitar 100.000 polisi untuk berpatroli sampai pertengahan Januari tahun depan. Thailand mengakui keawasan mereka terhadap bahaya teror kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Juru bicara kepolisian nasional Thailand Kissana Phathancharoen menyatakan intelijen memang tidak menunjuk kemungkinan adanya serangan teror, namun "kami tak membiarkan para penjaga kami lengah." OL-2




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya