RI Evaluasi Keanggotaan di Organisasi Dunia

(Pol/I-2)
23/12/2016 04:44
RI Evaluasi Keanggotaan di Organisasi Dunia
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN RI Joko Widodo menginginkan evaluasi keanggotaan Indonesia di 336 organisasi internasional dilakukan. Presiden menekankan keanggotaan Indonesia haruslah didasarkan pada manfaat bagi kepentingan nasional Indonesia. “Ini jumlah yang tidak kecil, sangat banyak, tapi saya ingin menekankan keanggotaan Indonesia di organisasi-organisasi internasional harus didasarkan pada kemanfaatan bagi kepentingan nasional kita,” ujar Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/12).

Jokowi menegaskan tidak ingin Indonesia bergabung dengan organisasi internasional atas dasar ikut-ikutan. Keanggotaan Indonesia yang semacam itu jelas tidak didasari kepentingan untuk masyarakat. Padahal, keanggotaan di organisasi internasional, kata Jokowi, salah satu tujuannya ialah demi kepentingan bangsa Indonesia sendiri. Jika masyarakat tidak dapat keuntungan, sebaiknya Indonesia tidak perlu menjadi anggota organisasi itu.

Alasan lain perlunya evaluasi keanggotaan di organisasi internasional ialah mengoreksi penggunaan anggaran. Menurut Jokowi, tidak sedikit uang yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk pembayaran iuran keanggotaan. “Jangan sampai uang yang dikeluarkan sia-sia.” menegaskan. Tahun ini, Indonesia membekukan keang­gotaan di OPEC. Alasannya, RI tidak setuju dengan keputus­an pemangkasan produksi minyak 1,2 juta barel per hari untuk menaikkan harga minyak. (Pol/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya