Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Turki, kemarin, melepaskan enam anggota keluarga pembunuh Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, setelah menahan mereka selama tiga hari untuk pemeriksaan. Karlov ditembak saat menyampaikan pidato untuk membuka pameran foto bertajuk Rusia dari Pandangan Orang-Orang Turki di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara, Senin (19/12). Kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan kedua orangtua, adik, dua paman, dan bibi Mevlut Mert Altintas, pelaku pembunuhan yang sebelumnya berprofesi sebagai polisi, setelah mereka diperiksa di Provinsi Aydin.
Media Turki mengatakan otoritas setempat masih menahan enam tersangka yang merupakan lulusan akademi polisi Rustu Unsal itu. Altintas dididik di akademi itu pada 2012-2014. Para pejabat Turki meyakini dia sangat terpengaruh oleh ajaran Fethullah Gulen, ulama karismatik, yang dituding Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai dalang pemberontakan yang gagal 15 Juli lalu.
Di antara yang ditahan itu, ada Suleyman Ergen, yang dituduh Erdogan sebagai agen utama Gulen di akademi itu. Media setempat melaporkan mereka masih diperiksa. Hingga kemarin Turki terus bekerja keras mengungkap keterlibatan Altintas dengan Organisasi Teror Fethullah (FETO), organisasi yang terkait dengan Gulen. Sebelumnya, Erdogan pada Rabu (22/12) mengatakan pelaku pembunuhan terhadap duta besar Rusia untuk Turki merupakan anggota FETO.
Polisi menulis media itu menemukan literatur Gulen pada pelaku tersebut. "Tidak perlu dirahasiakan lagi bahwa Altintas anggota kelompok Gulen," kata Erdogan. Gulen sendiri, yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat sejak 1999, mengutuk pembunuhan itu. Erdogan menambahkan pembunuhan terhadap Duta Besar Karlov menunjukkan pendukung Gulen masih hadir ada di dalam struktur keamanan kunci dan upaya pembersihan seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu sangat perlu dilanjutkan.
"Saya harus mengatakan ini sangat jelas organisasi kotor ini masih ada dalam militer, masih ada dalam polisi kita," tegas Erdogan. Namun, Rusia yang Kamis (22/12) memakamkan Karlov di Moskow memperingatkan untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. 'Negeri Beruang Merah' itu mengirimkan 18 penyelidik ke Turki untuk membantu mengungkap kasus tersebut. "Dalam hal ini hampir tidak tepat untuk terburu-buru menyimpulkan sampai penyelidikan selesai dan menentukan siapa sebenarnya yang berada di balik pembunuhan duta besar kami," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved