Jerman Buru Penyerang Pasar Natal

Haufan Hasyim Salengke
23/12/2016 02:15
Jerman Buru Penyerang Pasar Natal
(AFP/TOBIAS SCHWARZ)

KEPOLISIAN Jerman mengintensifkan pencarian pria Tunisia bernama Anis Amri yang diyakini sebagai dalang utama serangan truk mematikan di Pasar Natal di Kota Berlin, Senin (19/12) malam lalu. Kemarin pagi waktu setempat, polisi menggerebek tempat penampungan pengungsi di Emmerich dan apartemen di Dortmund, tempat tersangka tinggal sebelum pindah ke Berlin. Sekitar 100 personel, termasuk polisi unit khusus, terlibat dalam operasi. Empat orang yang diduga memiliki hubungan dengan Amri ditangkap di Dortmund, menurut laporan media Bild dan WDR.

Kepala Jaksa Federal Jerman mengonfirmasi penangkapan tersebut. Meski demikian, Kantor Kejaksaan Federal membantahnya.
"Pihak berwenang Jerman telah menghubungi Kedutaan Besar Tunisia untuk membantu mengidentifikasi orang yang dicurigai," kata juru bicara Luar Negeri Jerman Faisal Daw, Rabu (21/12) waktu setempat. Kedutaan Besar Tunisia diminta untuk membantu melacak pria yang berusia kisaran 21-23 tahun tersebut. Laporan AFP yang mengutip harian Allgemeine Zeitung dan Bild menyebutkan Amri memiliki tiga nama berbeda.

Pria yang menjadi target polisi itu lahir di Kota Tataouine, Negara Bagian North Rhine-Westphalia. Kepolisian menyatakan pelaku serangan berjumlah seorang atau lebih dan diperkirakan bersenjata. "Penjahat berbahaya masih berkeliaran di wilayah ini," kata Kepala Kepolisian Berlin Klaus Kandt, seperti dilaporkan Deutsche Welle. Sebelumnya, polisi meringkus seorang pencari suaka Pakistan pada Senin (19/12), setelah para saksi melaporkan melihat dia melompat keluar dari truk dan pergi meninggalkan lokasi.

Namun, Kejaksaan Jerman melepaskannya karena bukti tidak mencukupi. Petugas menemukan sejumlah dokumen suaka yang menunjukkan penundaan proses deportasi di dalam truk. Dokumen yang diyakini milik Amri tersebut ditemukan di bawah kursi pengemudi truk berkapasitas 40 ton tersebut. Sementara itu, Kepala Federation of Criminal Investigators (BDK) Andre Schulz mengatakan optimistis pihak berwenang akan segera menangkap tersangka baru. "Saya relatif yakin karena kami memiliki banyak cara untuk menemukan orang ini," kata Schulz.

Truk dalam kecepatan tinggi, dengan sengaja diarahkan pelaku, menabrak kerumunan massa di Pasar Natal, Berlin, Senin malam. Truk berpelat nomor Polandia tersebut telah dibajak. Pengemudi aslinya yang berwarga negara Polandia ditemukan tewas tertembak di kursi penumpang. Tidak ada senjata yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Dua belas orang tewas dan sekitar 50 lainnya terluka dalam serangan yang disebut pemerintah Jerman sebagai 'aksi teroris' tersebut, termasuk sopir truk yang asli.

Kelompok militan Islamic State (IS) telah mengklaim bertangggung jawab atas serangan berdarah tersebut. Pernyataan itu mereka sampaikan kepada kantor berita pro-IS, Amaq, Selasa (20/12), meski tanpa menyertakan bukti pendukung. "Dilihat dari target dan sifat serangan, insiden tersebut menunjukkan gelagat ke arah tindakan yang termotivasi oleh gerakan ekstremisme Islam," kata petinggi Kejaksaan Jerman Peter Frank. (AFP/The Local)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya