Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA kemarin, jumlah korban tewas akibat bentrokan yang terjadi antara tentara Israel dan warga Palestina mencapai 63 orang.
Sebanyak 53 orang di antara mereka merupakan warga sipil Palestina, 10 orang lainnya warga dan tentara Yahudi.
Korban tewas terakhir pada Jumat (23/10) sore waktu setempat bernama Yehya Kareera, warga Palestina berusia 20 tahun.
Ia tewas karena menderita luka serius selama satu pekan akibat ditembak aparat Israel saat melakukan protes di wilayah Gaza. Pada hari yang sama, kerusuhan juga terjadi di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat.
Bentrokan yang diwarnai aksi penembakan oleh petugas keamanan Israel itu telah melukai 66 warga Palestina.
Selain di Tepi Barat, bentrokan juga terjadi Jerusalem Timur dan Jalur Gaza.
Bersamaan dengan peringatan Day of Rage, para pemuda Palestina melawan dengan melemparkan bebatuan ke arah aparat Israel.
Tentara Israel kemudian mem-balas dengan menembakkan peluru karet. Tercatat sedikitnya sebanyak 290 orang Palestina mengalami luka.
Sebuah video yang menampilkan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina juga beredar setelah dirilis kelompok hak asasi manusia Israel.
Dalam video tersebut terlihat seorang warga Palestina Ansar Aasi, 25, dipukuli dan ditendang tentara Israel saat berada di tempat kerjanya di wilayah Al-Bireh, Tepi Barat, Palestina.
Namun, akhirnya, ia dilepas setelah tidak terbukti bersalah,
"Saya sudah mengangkat tangan dan mengatakan bahwa tidak pernah melakukan apa yang mereka tuduhkan. Akan tetapi, mereka tetap memukuli," ujar Aasi.
Tolak UNESCO
Kendati kerusuhan masih terus terjadi, beberapa langkah positif telah diambil pemerintah Israel dengan mengangkat pembatas yang diletakkan di salah satu wilayah di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Pembatas itu sebelumnya digunakan untuk melarang warga Palestina yang hendak beribadah di tempat suci tersebut.
Pada tingkat diplomasi, ketegangan juga terjadi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pendidikan dan kebudayaan (UNESCO), pada Rabu (21/10), menyetujui rancangan baru yang diusulkan oleh sekelompok negara Arab.
Rancangan yang disahkan itu berisi pernyataan bahwa dua situs suci, the Tomb of the Patriarchs di Hebron dan Rachel Tomb di Bethlehem, merupakan bagian dari Palestina.
Adapun satu poin lainnya, yang menyebutkan Tembok Barat Jerusalem--wilayah yang dijadikan tempat berdoa oleh warga Yahudi--merupakan bagian dari kompleks Masjid Al-Aqsa, tidak disahkan UNESCO.
Rancangan yang diajukan Aljazair, Mesir, Kuwait, Maroko, Tunisia, dan Uni Emirat Arab tersebut mendapatkan dukungan 26 dari 58 anggota dewan eksekutif UNESCO.
Sementara itu, 6 anggota menolak, 25 anggota abstain, dan 1 anggota lainnya tidak hadir dalam pemilihan.
Dalam menanggapi pengesahan rancangan yang diajukan tersebut, pihak Israel menilai UNESCO telah melakukan kesalahan.
"UNESCO telah memanaskan ketegangan di kawasan," tuduh Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman.
(AFP/AP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved