Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Jerman gencar menggelar operasi untuk memburu pengemudi truk yang menyerang sebuah bazar Natal di Kota Berlin pada Senin (19/12) malam. Serangan yang menewaskan 12 orang tersebut diklaim oleh Kelompok Islamic State (IS). Kantor berita IS, Amaq, menyatakan seorang anggota IS telah melakukan penyerangan di Berlin. Serangan itu sebagai aksi balas dendam dengan target warga sipil dari negara yang tergabung dalam pasukan koalisi pimpinan AS dalam memerangi IS di Irak dan Suriah. Namun, sejauh ini klaim IS tersebut belum dapat dibuktikan.
Pasalnya, pelaku penyerangan dengan target bazar Natal itu belum ditangkap dan dapat diidentifikasi. Badan penyelidik Jerman telah melepaskan satu-satunya tersangka yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Pria pencari suaka dari Pakistan yang berusia 23 tahun itu dilaporkan melompat dari truk dan meninggalkan lokasi kejadian. "Penjahat berbahaya mungkin berada di sekitar kita," ujar kepala polisi Berlin, Klaus Kandt. Ia menambahkan keamanan akan ditingkatkan dan meminta masyarat tetap waspada.
Hal senada disampaikan Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, yang mengatakan bahwa pelaku mungkin tengah dalam pelarian dan persembunyian. Selain menewaskan 12 orang, puluhan orang lainnya juga terluka akibat serangan truk yang menghancurkan kios-kios kayu dan menabrak pengunjung bazar. "Sebanyak 24 orang masih di rumah sakit, 14 di antaranya terluka berat," ujar Maiziere.
Kenangan pahit di Prancis
Serangan tersebut juga menghidupkan lagi kenangan serangan serupa yang mengerikan pada 14 Juli lalu di Kota Riviera, Nice, Prancis. Saat itu serangan dengan truk menewaskan 86 orang. Maiziere juga mengatakan penyidikan terkait dengan serangan terorisme terus dikejar. Pemerintah mendukung kerja keras aparat keamanan untuk memburu para pelaku. "Tidak seorang pun akan beristirahat sampai pelaku tertangkap," ujarnya. Serangan itu terjadi di tengah situasi sensitif bagi Kanselir Angela Merkel.
Merkel pernah dikritik dan mendapat kecaman yang mengambil keputusana untuk membuka perbatasan negara bagi para pengungsi pada tahun lalu. Kedatangan 890 ribu pengungsi asal Suriah, Irak, dan beberapa negara lainnya pada tahun lalu telah memicu polarisasi di Jerman. Para kritikus menilai kedatangan para pencari suaka akan menjadi ancaman serius terhadap keamanan dalam negeri. Aksi serangan terbaru telah membuat posisi sulit bagi Merkel yang berambisi kembali memimpin Jerman keempat kalinya.
Situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan itu akan dimanfaatkan para pesaingnya. Di lain pihak, tim penyidik dari Turki dan Rusia tengah memburu bukti terkait insiden pembunuhan Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, pada Senin (19/12) malam lalu di Ankara, Turki. Sebanyak 18 penyidik dari Rusia telah tiba dan mulai memeriksa galeri seni tempat penembakan terjadi. Penyelidikan itu untuk mengetahui apakah pelaku, Mevlut Mert Altintas, merencanakan serangan sendirian atau tidak terkait jaringan. Kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan Altintas mengambil cuti dari kepolisian pada Rabu (14/12). Ia juga memesan kamar hotel yang tidak jauh dari acara pameran yang akan dikunjungi Dubes Rusia Andrei Karlov. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved