SALAH satu keputusan besar yang diambil Jack Dorsey, co-founder Twitter yang lalu diangkat menjadi CEO, ialah merumahkan 335 pekerja Twitter yang merupakan 8% dari total pekerja di Twitter.
Untuk meningkatkan moral pekerja setelah pemecatan besar-besaran tersebut, Dorsey mengumumkan melalui Twitter bahwa dia akan mendonasikan sepertiga saham miliknya untuk program employee equity alias saham milik karyawan.
Dalam akun Twitter miliknya, Jack berkata, "Saya memberikan 1/3 dari saham Twitter saya (yang berarti 1% dari total saham perusahaan) ke bagian saham karyawan untuk melakukan investasi langsung ke pekerja kami."
Seperti yang dilansir dari Fortune, Dorsey memiliki 22 juta saham Twitter.
Berarti, dia akan melepaskan saham miliknya sekitar 7 juta.
Saat ini, saham tersebut dihargai US$200 juta.
Jack juga menambahkan, "Untuk saya, lebih baik memiliki bagian yang lebih kecil dari sesuatu yang besar daripada memiliki bagian besar dari sesuatu yang kecil. Saya percaya kita bisa membuat Twitter menjadi besar!"