Pencarian Pesawat MH370 tidak Diperpanjang

AFP/*/I-2
21/12/2016 07:15
Pencarian Pesawat MH370 tidak Diperpanjang
(AFP)

PESAWAT MH370 yang hilang hampir pasti tidak berada di zona pencarian di Samu­dra Hindia saat ini. Analisis baru menunjukkan kemarin bahwa lokasi jatuhnya pesawat mungkin berada jauh ke wilayah utara.

Otoritas Malaysia dan Australia mengindikasikan perburuan serpihan pesawat MH370 tidak akan diperpanjang.

Apalagi pencarian tidak menemukan jejak di perairan sekitar Australia dari pesawat dengan 239 penumpang dan awak yang hilang saat perjalanan Kuala Lumpur-Beijing pada 8 Maret 2014 itu.

Namun, lebih dari 20 serpihan yang sebagian besar ditemukan di wilayah barat garis pantai Samudra Hindia telah diidentifikasi mungkin dan sebagian pasti berasal dari pesawat Malaysia Airlines.

Dengan penjelajahan laut se­luas 120 ribu kilometer persegi yang segera berakhir, ahli Australia dan internasional, termasuk dari Boeing dan Inmarsat, bertemu di Canberra, Australia, bulan lalu, untuk meninjau bukti-bukti.

Mereka menyimpulkan pesawat MH370 yang hilang tidak berada dalam lokasi pencarian. Penjelasan tersebut disampaikan Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) yang memimpin misi pencarian pesawat MH370.

“Ada tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa pesawat yang hilang tidak berada dalam area bawah air yang sebelumnya telah diidentifikasi” papar pihak ATSB.

Wilayah pencarian mulanya berdasarkan analisis satelit dengan mempertimbangkan kemungkinan sebagai jalur pesawat MH370 setelah diduga dialihkan dari jalur penerbangan yang didasarkan pada dinamika pesawat dan data meteorologi.

Hal itu menunjukkan lokasi terakhir yang diketahui ialah tempat di sepanjang lengkung­an yang membentang utara ke Asia Tengah atau Asia Selatan dan selanjutnya ke arah Sa­mudra Hindia.

Laporan itu berdasarkan satelit bahwa puing-puing pesawat hanyut ialah hasil pemodelan untuk menemukan bukti kuat pesawat jatuh mungkin di wilayah utara dengan indikasi pencarian di bawah air saat ini.

Hal itu mengidentifikasi daerah dengan luas sekitar 25 ribu kilometer persegi ‘dengan kemungkinan tertinggi yang menjadi lokasi puing-puing pesawat berada’.

Menteri Transportasi Australia Darren Chester menunjukkan laporan itu bukan merupakan bukti tersebut. “Informasi dalam laporan ATSB tidak memberikan lokasi tertentu dari pesawat yang hilang,” kata dia.

Menlu Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan pihaknya tetap meminta arahan untuk dapat mengidentifikasi lokasi jatuhnya pesawat MH370.

“Saya ingin menegaskan kembali harapan untuk mencari MH370 belum diabaikan,” jelas Liow. Ia menegaskan tetap mendorong kerja sama Malaysia, Tiongkok, dan Australia. (AFP/*/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya