Detik-Detik Tinggalkan Kota Aleppo

AFP/Indah Hoesin/I-2
21/12/2016 07:15
Detik-Detik Tinggalkan Kota Aleppo
(Proses evakuasi warga Suriah dari kota Aleppo, Senin (19/12) -- AFP PHOTO / Omar haj kadour)

CUACA malam kemarin sedang tak bersahabat di Kota Aleppo, Suriah. Suhu begitu dingin dan tubuh pun terus menggigil. Dengan selimut seadanya, ribuan orang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak itu mencoba untuk bertahan.

Untuk melawan dinginnya malam, mereka beristirahat di sekitar api unggun sebagai penghangat. Mereka para pe­ngungsi yang tengah menunggu rombongan bus yang siap mengangkut mereka untuk meninggalkan Aleppo.

Dengan diliputi rasa cemas dan waswas, mereka berharap dapat segera meninggalkan Aleppo, kota yang kini mulai dikuasai pasukan pemerintah. Namun, bus-bus yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba.
Dengan kondisi lapar, mereka mencoba untuk menahan sabar hingga kedatangan konvoi bus penjemput. Tak mengherankan, di tengah situasi yang tidak pasti itu, kerap terdengar tangisan pilu.

“Insya Allah, saya akan kembali ke Aleppo,” ujar seorang pria tua dengan raut muka muram. Ia mengaku sempat menangis tersedu-sedu saat menyusuri jalan-jalan di wilayah timur Aleppo yang telah porak-poranda akibat pertempuran.

Sementara itu, beberapa warga mengeluarkan telepon seluler mereka. Mereka mengarahkan kamera telepon ke arah bangunan yang telah hancur dihantam roket dan tembakan tank.

“Kita mungkin tidak akan pernah lagi melihat kota ini dalam hidup kita,” ucap seorang warga yang seakan dirinya tak lagi pergi ke Aleppo.

Namun, tiba-tiba dengungan obrolan mereka terhenti saat terdengar deru mesin konvoi bus. Dari jauh, tampak sejumlah kendaraan tengah melewati pos pemeriksaan militer Suriah.

Setelah bus-bus itu diperiksa personel militer pemerintah, ribuan warga itu berebut menaiki kendaraan. Dengan membawa barang seadanya, mereka pun siap meninggalkan kota yang telah dikuasai pasukan pemerintah.

Dengan menaiki bus-bus itu, ribuan warga pun meninggalkan Aleppo. Mereka menuju ke suatu tempat dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer. Perjalanan mereka memang tak terlalu jauh, tetapi cukup menakutkan. Bus-bus itu harus melewati pos-pos pemeriksaan yang dijaga ketat.

Sebelum dapat meninggalkan tiga pos, bus-bus beserta penumpangnya diperiksa tentara Suriah.
Di pos kedua, bus dan penumpangnya diperiksa tentara Rusia, sedangkan di pos ketiga, pemeriksaan dilakukan tentara Irak dan Iran.

“Dari semua pos, pemeriksaan pasukan Iran dan Irak ialah yang paling berbahaya,” ujar salah satu penumpang bus. “Namun, Tuhan melindungi kami dan tidak menarik kami turun dari bus dan memukuli kami.” (AFP/Indah Hoesin/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya