Tiongkok telah Kembalikan Pesawat Nirawak AS

AFP/Ire/I-2
21/12/2016 07:04
Tiongkok telah Kembalikan Pesawat Nirawak AS
(AFP PHOTO CMDR. SANTIAGO CARRIZOSA)

TIONGKOK akhirnya mengembalikan drone (pesawat nirawak) atau roket riset laut milik Amerika Serikat (AS) yang disita dari Laut China Selatan pekan lalu.

Penyitaan drone itu sempat menaikkan ketegangan hubung­an antara AS dan Tiong­kok. Beijing menilai Wa­s­hington telah menggunakan drone untuk memata-matai kegiatan militer mereka.

Angkatan Laut Tiongkok menyerahkan drone itu tidak jauh dari lokasi pengambilannya. Sementara itu, Pentagon kembali mengecam tindakan Beijing yang menyita drone.

“Insiden ini tidak konsisten dengan hukum internasional dan standar profesionalitas etika bernavigasi di laut,” ujar Sekretaris Pers Departemen Pertahanan AS Peter Cook.

“AS telah menyampaikan sejumlah fakta kepada Tiongkok melalui saluran diplomasi dan militer serta telah meminta o­toritas Tiongkok untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan ketentuan hukum internasional dan menahan diri dari upaya menghambat kegiatan AS,” jelasnya.

Kapal Angkatan Laut Tiong­kok menyita drone sekitar 50 mil sebelah timur laut Teluk Subic di Filipina. Pentagon menyatakan drone dirancang untuk operasi rutin internasional di Laut China Selatan sesuai dengan hukum internasional.

Roket riset itu digunakan untuk mengumpulkan data-data seperti suhu air, salinitas, dan kejelasan laut dengan tujuan membantu navigasi kapal selam dan rentang sonar di air keruh.

Dalam situsnya, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan penyerahan drone telah berjalan lancar setelah konsultasi secara bersahabat di antara dua pihak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengungkapkan penanganan insiden menunjukkan kedua negara memiliki saluran komunikasi yang lancar.

Namun, Hua Chunying memperingatkan AS telah melanggar etika dengan melakukan pengintaian jarak dekat dengan drone di daerah pesisir Tiongkok.

“Tiongkok menolak tindak­an ini dengan keras dan meminta AS menghentikan aktivitas semacam itu dan saya percaya itu penyebab terjadinya insiden,” tuturnya.

Insiden tersebut telah pula meningkatkan tensi yang berkelanjutan di Laut China Selatan. Di wilayah sengketa tersebut, Beijing mengklaim semua jalur air dengan memperluas terumbu kecil ke pulau militer buatan mereka.

Terkait dengan drone yang disita Tiongkok, Presiden terpilih AS Donald Trump pun berkomentar pada Twitter-nya. “Kami harus mengatakan ke Tiongkok kalau kami tidak menginginkan kembali drone yang telah dicuri. Biarkan mereka memilikinya!” kicau Trump. (AFP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya