Presiden Joseph Kabila Didesak Mundur

AFP/*/I-2
21/12/2016 06:55
Presiden Joseph Kabila Didesak Mundur
(Joseph Kabila -- AFP PHOTO / Jewel Samad)

SUARA tembakan masih terdengar di sejumlah daerah di Kota Kinshasa pada Selasa (20/12) pagi waktu setempat. Suara tembakan itu terkait dengan unjuk rasa untuk menolak Presiden Joseph Kabila yang memperpanjang jabatannya kendati telah habis.

Di tengah protes yang merebak di sejumlah wilayah, justru Kabila ingin meluaskan kekuasaan dengan membentuk kabinet baru. Aparat keamanan pun harus meredam unjuk rasa di kota yang berpenduduk 10 juta jiwa itu dengan melepas tembakan.

Para demonstran meniup peluit dan memukuli gendang sebagai bentuk penolakan. Mereka juga mendesak presiden yang berusia 45 tahun tersebut untuk mundur dari jabatannya.

Siaran televisi pemerintah melaporkan Kabila telah membentuk pemerintahan baru pada Senin (19/12) malam seusai mendapat persetujuan dari pemerintahan Kabila dan kelompok oposisi. Kabinet terbaru akan dipimpin Sami Badibanga, pembelot dari partai oposisi utama.

Sebuah ledakan juga terdengar di daerah elite Gombe yang juga lokasi istana kepresidenan. Untuk membubarkan unjuk rasa, aparat keamanan melepaskan gas air mata.

Kondisi Kinshasa lumpuh seiring dengan terjadinya unjuk rasa. Suasana lalu lintas di jalan-jalan utama lengang. Jalan-jalan utama justru hanya dipenuhi kendaraan milik tentara dan polisi.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Kongo melaporkan bahwa 28 orang ditahan di Kinshasa dan 46 orang ditahan di Kota Goma dan Bukavu pada Senin (19/12).(AFP/*/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya