Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMP pengungsi Kutupalong di Ukhiya, Kota Cox’s Bazar, 390 km dari Dhaka, Bangladesh, ialah tempat pengungsi muslim termasuk etnik Rohingya. Di kamp perbatasan Bangladesh dan Myanmar, hidup sekitar 19 ribu pengungsi yang baru-baru ini mengalami kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
“Kondisi para pengungsi cukup memprihatinkan. Masyarakat internasional harus melakukan lebih untuk membantu mereka,” ungkap Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi yang berkunjung langsung, kemarin.
Dalam kunjungan itu, Retno mendengarkan para pengungsi mengisahkan pengalaman mereka, termasuk bagaimana menempuh perjalanan sampai ke sana. Dari cerita dan pengalaman para pengungsi, menurut Retno, terlihat kompleksitas permasalahan di Negara Bagian Rakhine.
“Apa pun penyebabnya, mereka hadir di Kutupalong. Mereka hidup dalam kondisi sangat minim dan kita harus berupaya lebih keras lagi untuk membantu mereka,” tuturnya.
Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menangani pengungsi.
Menurut mereka, jumlah pengungsi telah melebihi kapasitas penampungan. Setelah ketegangan di Rakhine pada 9 Oktober lalu, jumlah pengungsi meningkat hingga 10 ribu sampai 20 ribu orang.
Menurut UNHCR, sekitar 32 ribu pengungsi muslim dari Myanmar tercatat resmi di dua kamp pengungsian di Bangladesh. Sekitar 200 ribu pengungsi lainnya tidak tercatat dan tinggal di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
Dukungan negara tetangga
Penyelesaian masalah pengungsi harus dilakukan di negara asal dan pendekatan inklusif di Rakhine oleh pemerintah Myanmar. Namun, upaya itu juga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para negara tetangga. Indonesia salah satunya, yang akan terus mendukung usaha tersebut.
Tantangan saat ini, menurut Retno, ialah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi. Saat ini UNHCR dan IOM secara intens membantu.
Retno menilai dukungan dari Bangladesh menjadi hal yang penting. “Hubungan dan komunikasi baik antara Myanmar dan Bangladesh kunci dari pengelolaan isu pengungsi di perbatasan kedua negara,” tegas Retno.
Karena itu, sebelum mengunjungi kamp pengungsi, Retno bertemu dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood di Dhaka. Menlu kedua negara membahas pelbagai masalah pengungsi muslim dari Rakhine tersebut.
Senada dengan pesannya kepada State Counsellor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi, di Yangon, Retno menekankan kepada Menlu Bangladesh agar tetap menjaga hubungan baik dengan Myanmar.
Sebelumnya Suu Kyi pun sudah merespons masukan dari Indonesia tersebut dengan mengirim utusan khusus ke Bangladesh. (Ire/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved