Dana Gereja Disimpangkan demi Karier Istri

MI
23/10/2015 00:00
Dana Gereja Disimpangkan demi Karier Istri
(Pendeta Kong Hee (Atas tengah)---AFP/ ROSLAN RAHMAN)
SINGAPURA dikenal sebagai negara dengan tingkat kasus korupsi rendah. Ironisnya, kasus korupsi di negara itu justru terjadi di lingkungan gereja tempat para pendeta dan lima rekannya menggalang dana untuk membiayai karier musik dan kehidupan glamor istri sang pendeta.

Enam pengurus sebuah gereja di Singapura dinyatakan bersalah dengan tuduhan menggelapkan dana gereja, Rabu (21/10). Sebagian dari dana sebesar US$36 juta hasil sumbangan jemaat ternyata digunakan untuk melambungkan karier musik Sun Ho, istri Pendeta Kong Hee.

Sun Ho tidak ditetapkan menjadi tersangka karena tak mengetahui uang yang diterimanya. Sebaliknya sang suami, Pendeta Kong Hee, dan lima rekannya telah dinyatakan bersalah. Disebutkan, mereka telah menyelewengkan dana sebesar US$17 juta.

Dalam proses pengadilan yang telah berlangsung dua tahun, jaksa penuntut menyatakan kelima tersangka telah pula melakukan kesalahan lain. Mereka menggelapkan dana S$26 juta milik City Harvest Church untuk menutupi aksi korup tersebut.

Sang istri pendeta, Ho, yang berusia 43 tahun, sempat merilis video musik bersama rapper Wyclef Jean pada 2007. Sejak itu, nama Ho pun melambung sebagai penyanyi pop Mandarin asal Singapura yang mendunia. Agar lebih populer, pada 2009 Ho pindah ke Los Angeles, AS, dan meniti karier di Hollywood sebelum skandal tersebut dibongkar.

Hakim See Kee Oon menyebut Pendeta Kong dan seorang pengurus gereja lain telah melakukan tindak kriminal dengan menyalahgunakan kepercayaan masyarakat. Selain itu, empat tersangka lainnya, termasuk akuntan gereja dinyatakan bersalah dengan menyimpangkan perhitungan keuangan.

Akibat tindakan kriminal yang dilakukan, para tersangka diancam hukuman maksimal penjara seumur hidup. Namun, salah seorang sumber pengadilan mengatakan mungkin mereka akan divonis hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Keenam tersangka dinilai telah melakukan praktik round-tripping atau menyalurkan uang untuk mendanai bangunan gereja dijadikan surat utang palsu. Para tersangka juga memalsukan rekening yang seolah-olah surat utang dan harus ditebus.(AFP/Aya/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya