Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAKWA skandal korupsi, Choi Soon-sil, yang merupakan orang dekat Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, menjalani sidang perdana, kemarin.
Choi membantah telah memanfaatkan kedekat-annya dengan Presiden Park untuk menghimpun uang dari sejumlah perusahaan besar di Korea Selatan.
Di hadapan majelis hakim, Choi yang hadir dengan tangan terborgol dan seragam penjara membantah bahwa dia juga bersekongkol dengan mantan pembantu Presiden Park untuk menekan sejumlah perusahaan agar menyumbangkan sejumlah uang ke yayasan yang dikendalikannya.
Sidang perdana yang digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul itu menjadi tempat bagi Choi mencari keadilan sekaligus membantah semua tuduhan terhadapnya.
Wanita berjuluk 'Rasputin perempuan' itu sudah ditahan sebelum sidang dan skandalnya ikut menyeret pemakzulan terhadap Presiden Park.
Oleh jaksa, orang yang disebut-sebut sangat berjasa terhadap Presiden Park tersebut, bahkan jauh sebelum Park menjadi presiden, dituduh memanipulasi urusan negara untuk memeras pengusaha demi keuntungan pribadi.
Persidangan Choi yang juga dikenal dengan nama Choi Seo-won tersebut menyedot perhatian publik sangat besar.
Bahkan ini adalah persidangan terbesar sejak persidangan terkait dengan tenggelamnya kapal feri yang menewaskan lebih dari 300 orang pada 2014 lalu.
Sepuluh orang lain yang terlibat skandal itu juga akan diajukan ke meja hijau.
Kemunculan Choi di persidangan kali ini merupakan yang pertama sejak dia ditahan.
Ia terakhir kali muncul di depan publik pada 31 Oktober 2016 lalu.
Ketika itu, setelah kehilangan salah satu sepatu Prada dalam keributan dengan media dan demonstran, ia mengatakan kepada wartawan di kantor jaksa Seoul bahwa 'ia telah melakukan dosa yang layak dijatuhi hukuman mati'.
Masih belum jelas berapa lama persidangan akan berlangsung, tetapi biasanya pengadilan mengeluarkan putusan dalam waktu enam bulan dari pembacaan surat dakwaan.
Jika demikian, Choi diperkirakan mendapat vonis pengadilan pada Mei 2017, dengan catatan jaksa tidak mengajukan dakwaan dan surat tuntutan yang baru.
Penyalahgunaan kekuasaan
Dalam kasus ini Choi didakwa telah menyalahgunakan kekuasaan, melakukan pemerasan dan penipuan.
Menurut juru bicara pengadilan Shin Jae-hwan, jika terbukti bersalah atas semua dakwaan, Choi bisa menerima 15 tahun hukuman penjara.
Sebelum ditangkap, Choi mengatakan telah menerima sejumlah pidato Park lebih awal, tetapi tidak tahu apakah pidato itu berisi informasi-informasi rahasia.
Ia juga membantah tuntutan-tuntutan lain.
Dalam pembacaan dakwaan, jaksa menyebut dia ikut membantu menekan 16 perusahaan untuk menyumbangkan total 77,4 miliar won (US$65.600.000) ke dua yayasan nirlaba miliknya, Mir dan K-Sports.
Menurut jaksa, Presiden Park yang pertama kali memunculkan gagasan pembentukan yayasan tersebut dan memerintahkan sekretaris seniornya, Ahn Jong-beom, untuk melakukan koordinasi pada tingkat kebijakan serta meminta perusahaan untuk membiayai pendiriannya.
Park juga membiarkan Choi menangani pengangkatan pejabat yayasan tersebut.
Sementara itu, Park mempertanyakan legalitas pemakzulannya oleh parlemen Korea Selatan dan mengatakan tidak ada kejahatan serius yang dilakukannya.
Bola pemakzulan saat ini ada di Mahkamah Konstitusi untuk memastikan akankah Park definitif dimakzulkan atau tidak. (AP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved