Serukan Perdamaian demi Masa Depan

Andhika Prasetyo
22/10/2015 00:00
Serukan Perdamaian demi Masa Depan
(AP/Alaa Badarneh)
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Rabu (21/10), memberikan pengarahan singkat kepada Dewan Keamanan (DK) PBB terkait dengan kunjungannya ke Timur Tengah dalam upaya meredakan ketegangan antara Palestina dan Israel.

Ban yang berada di Ramallah, Palestina, meminta untuk dilangsungkan rapat jarak jauh dengan DK PBB melalui konferensi video. Rencananya, rapat singkat, tertutup, dan jarak jauh itu dilakukan pukul 19.00 GMT atau sekitar pukul 02.00 Kamis (22/10) dini hari.

Dalam kunjungan mendadak­nya, sekjen PBB asal Korea Selatan tersebut telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Jerusalem dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di wilayah Tepi Barat. Sekjen berusia 71 tahun itu menjelaskan bahaya yang akan terjadi jika kon­flik yang berlatar agama itu terus terjadi. "Langkah-langkah keamanan akan menjadi kontraproduktif jika diterapkan tanpa upaya khusus. Saya mendesak agar hal berbahaya itu tidak akan terjadi," lanjut Ban.

Dia pun mendesak agar negosiasi perdamaian kembali diperpanjang setelah sebelumnya berkali-kali mengalami kegagalan. "Demi masa depan anak-anak kita semua, kita harus kembali dari jurang yang berbahaya ini, menemukan solusi untuk kedua negara. Kita harus memimpin jalan menuju perdamaian," ujar Ban.

Dalam upaya menurunkan tensi di kawasan itu, Presiden Palestina  Mahmoud Abbas juga dijadwalkan berpidato di depan Dewan Hak Asasi Manusia PBB pekan depan. "Pada 28 Oktober, di Jenewa, Swiss, Dewan Hak Asasi Manusia akan mengadakan pertemuan khusus yang menghadirkan Presiden Mahmoud Abbas dari Palestina terkait keadaan di kawasan itu," kata juru bicara PBB Michele Zaccheo.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, Selasa (20/10), menyatakan akan terlibat langsung dalam mengelola dasar-dasar pengaturan wilayah suci Jerusalem agar konflik tidak terus terjadi.

Kerry dijadwalkan bertemu Netanyahu, Abbas, dan Raja Yordania Abdullah di tempat berbeda-beda. Dia akan terlebih dahulu bertemu Netanyahu di Jerman, dilanjutkan bertemu Abbas, dan Raja Abdullah di Amman, Yordania. "Kami bisa saja langsung duduk bersama jika kami mau, namun untuk saat ini, hal itu dirasa bukan pada momen yang tepat," ujar Kerry di Washington, AS.

Korban bertambah
Datangnya Sekjen PBB ke wilayah konflik tidak serta merta menghentikan kerusuhan yang terjadi di sana. Dalam kerusuh­an terbaru yang terjadi pada Selasa (20/10), dua remaja Palestina tewas ditembak pasukan Israel di wilayah Hebron, Tepi Barat, Palestina. Penembakan dilakukan setelah dua remaja yang diketahui bersaudara itu diduga hendak menyerang pasukan keamanan Israel.

Beberapa jam sebelum itu, di wilayah yang sama, seorang pemuda Palestina berusia 24 tahun juga tewas ditembak karena mencoba menusuk seorang tentara Israel. Dua aksi penembakan lain terhadap warga Pa­lestina juga terjadi di Gaza dan Bethlehem, Palestina. Hingga kemarin, tercatat 50 warga Palestina dan sembilan warga Israel tewas dalam kerusuhan yang disebut sebagai gerakan intifada ketiga itu. (AFP/I-1)

andhika@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya