IS Lancarkan Bom Bunuh Diri, 48 Tewas

AFP/Ire/I-1
19/12/2016 07:25
IS Lancarkan Bom Bunuh Diri, 48 Tewas
(Warga dan petugas keamanan berada di lokasi ledakan bom bunuh diri, tidak jauh dari pangalan militer Al-Sawlaban, Aden, Yaman, kemarin, setidaknya 48 tentara tewas. -- AFP PHOTO/SALEH AL-OBEIDI)

SERANGAN bom bunuh diri di luar sebuah kamp militer di Kota Aden, selatan Yaman, kemarin pagi, menewaskan sedikitnya 48 tentara. Kelompok Islamic State (IS) yang berbasis di Yaman mengklaim serangan mematikan tersebut.

Seorang pajabat Kementerian Kesehatan Abdel-Nasr al-Wali mengatakan sedikitnya 84 orang juga terluka dalam ledakan tersebut. “Jumlah yang tewas meningkat menjadi 48 orang, sedangkan 84 lainnya terluka,” ujar Al-Wali.

Para pejabat keamanan mengatakan penyelidikan awal menunjukkan ledakan dilakukan seorang pelaku yang mengenakan rompi berisi bahan peledak. Sasaran serangan ialah tentara yang tengah mengambil uang gaji mereka.

Pelaku berbaur dengan para tentara yang tengah berkerumun di luar rumah komandan pasukan keamanan khusus di Aden, Kolonel Nasser Sarea, di Distrik Al-Arish. “Pelaku memanfaatkan kerumun­an tentara dan meledakkan bom yang dibawanya di tengah kerumunan,” papar Sarea.

IS mengklaim bertanggung ja­wab atas serangan tersebut. Da­lam pernyataannya, kelompok itu mengatakan pelaku jihad me­nerobos pos pemeriksaan sebelum meledakkan dirinya.

Serangan terbaru itu terjadi de­lapan hari setelah pengeboman serupa di Al-Sawlaban oleh kelompok IS. Serangan itu menewaskan 48 tentara dan melukai 29 lainnya. Pemerintah Yaman telah berbulan-bulan bertempur memerangi kelompok itu yang beroperasi di selatan dan timur negeri di Semenanjung Arab itu.

Kelompok IS dan Al-Qaeda memanfaatkan konflik panas pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi yang menguasai ibu kota Yaman, Sana’a, untuk memperkuat posisi mereka di wilayah selatan.

Kedua kelompok garis keras itu telah melancarkan berbagai serang­an di Aden, kota terbesar kedua di Yaman. Kota itu juga menjadi ibu kota pemerintahan Yaman pimpinan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang diakui masyarakat internasional.

Pada Agustus lalu, milisi IS me­nabrakkan mobil bermuatan bahan peledak ke pusat rekrutmen tentara di Aden dan menewaskan 71 orang. Itu merupakan serangan paling mematikan dalam kurun waktu satu tahun belakangan.

Namun, kelompok Al-Qaeda menyangkal terlibat dalam serang­an di Al-Sawlaban 10 Desember lalu. Mereka menyatakan sebisa mungkin menghindari darah sesama muslim dan memfokuskan serang­an kepada tentara Amerika dan para sekutu mereka.

Koalisi pimpinan Arab Saudi sejak Maret 2015 terus mendukung pasukan yang setia kepada Presiden Abedrabbo memerangi pemberontak Houthi. Koalisi Arab campur tangan setelah pemberontak Houthi bersekutu dengan pasukan mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh untuk merebut ibu kota dan menyerbu bagian negara lainnya.

Perang Yaman menewaskan lebih dari 7.000 orang, sekitar setengahnya warga sipil. (AFP/Ire/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya