DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert O Blake Jr, kemarin, mengumumkan secara resmi kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke AS, 26-28 Oktober mendatang. Kehadirannya akan disambut Presiden AS Barack Obama di Oval Office.
Blake mengatakan Jokowi dan Obama akan membicarakan beberapa kebijakan ekonomi termasuk upah minimum dan akses izin lahan bisnis investasi di Indonesia mengingat Indonesia akan bergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 1 Januari 2016.
"Ini penting karena kami (AS) akan melihat negara mana yang menawarkan besaran pajak dan insentif menarik untuk pengusaha asing, bersaing dengan Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina," kata Blake. Dia menyebut ada kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman di bidang maritim dan pertahanan serta investasi dalam jumlah besar. "Tapi kita lihat nanti, semua akan diumumkan kedua pemimpin negara," ujarnya.
Mengenai kehadiran Tiongkok yang juga menjadi mitra Indonesia, Blake menegaskan isunya ialah menciptakan iklim bisnis yang sehat. "Dengan rasa hormat kepada Tiongkok, Tiongkok akan menyeimbangkan sama seperti Korea. Kami menerima Tiongkok dan tidak akan menjatuhkan satu dari yang lainnya," tambah Blake.
AS merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia dengan nilai perdagangan 2014 mencapai US$27,7 miliar. Di bidang investasi, AS ada di peringkat keenam dengan nilai investasi US$1,3 miliar.
Jokowi dijadwalkan tiba di Washington pada Senin (26/10). Blair House dipersiapkan sebagai tempat istirahat Jokowi di sana. Selama kunjungan, Jokowi dijadwalkan berpidato di Kamar Dagang dan Komersial AS, Forum Bisnis AS dan ASEAN, mengunjungi Capitol Hill, bertemu pemimpin perusahaan teknologi di Silicon Valley, California, serta mengadakan sarapan bersama jajaran eksekutif PT Freeport McMoran. Selain itu, isu konflik di Timur Tengah, Islamic State, Laut China Selatan, dan isu hak asasi manusia juga termasuk dalam jadwal pembahasan. (Aya/I-1)