Sirte Resmi Bebas dari IS, Rekonsiliasi Diserukan

AFP/Ire/I-1
19/12/2016 07:05
Sirte Resmi Bebas dari IS, Rekonsiliasi Diserukan
(Pemimpin pemerintah persatuan Libia, Fayez al-Sarraj -- AFP PHOTO / POOL / YOAN VALAT)

PEMIMPIN pemerintah persatuan Libia, Fayez al-Sarraj, secara resmi mengumumkan berakhirnya operasi militer di Sirte setelah wilayah itu dinyatakan bersih dari kelompok IS, Sabtu (17/12).

“Saya resmi mengumumkan berakhirnya operasi militer dan pembebasan kota,” kata Al-Sarraj setelah dua minggu wilayah kekuasaan IS itu direbut pasukan pemerintah.

Perebutan kota itu, yang pertama diumumkan pada 5 Desember, telah mendongkrak otoritas Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB.

Pemerintahan ini diluncurkan di Tripoli Maret lalu, tapi keabsahannya diperdebatkan pemerintahan pesaing yang berbasis di Libia Timur.

GNA adalah satu pusat harapan dari Ba­rat untuk membendung kebangkitan ji­had di Libia serta menghentikan per­dagangan manusia di Mediterania yang menenggelamkan ribuan orang.

Pemerintah persatuan yang dipimpin Al-Sarraj juga telah berjuang menggantikan persaingan dua pemerintahan. Namun, perdana menteri terpilih itu memperingatkan pertarungan melawan pemberontak IS belum selesai. “Pertempuran untuk Sirte berakhir, tapi perang melawan terorisme di Libia belum selesai,” ungkapnya.

Dia menekankan berbagai kekuatan militer perlu disatukan menjadi kekuatan militer tunggal.

Libia dilanda kekacauan setelah diktator Moamer Kadhafi digulingkan oposisi yang didukung pasukan NATO pada 2011. Faksi-faksi dan milisi bersenjata berebut menguasai negeri yang kaya minyak itu.
Pertikaian dan pelanggaran hukum mem­­buat kelompok ekstremis seperti IS menguasai beberapa dae­rah pesisir sehingga memberi mereka jalan ke pintu gerbang Eropa.

Menyusul keberhasilan merebut Sirte itu, utusan khusus PBB untuk Libia Mar­tin Kobler menyerukan rekonsiliasi na­sional dan persatuan keamanan.

“Saya menyerukan rakyat Libia untuk me­manfaatkan kesempatan ini untuk mendorong promosi nasional,” ujarnya sehari setelah pengumuman perebutan kota itu. (AFP/Ire/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya