AS Desak Putin Berhenti Mengacau

AFP/VOA/Hym/I-3
18/12/2016 06:36
AS Desak Putin Berhenti Mengacau
(Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. -- AFP PHOTO / ZACH GIBSON)

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan ia telah menyampaikan ‘pesan jelas’ kepada Rusia untuk merespons usaha mereka mengacaukan proses pemilu AS. Obama menyeru agar Presiden Vladimir Putin berhenti ‘mengganggu’ ‘Negeri Paman Sam’.

“Hentikanlah,” tegas Oba­ma. Ia mengatakan semua yang terjadi di Rusia pasti atas keterlibatan Putin. Oba­ma mengaku bahwa secara personal dia telah memperingatkan Putin akan konsekuensi serius atas ulahnya ketika mereka bertemu pada September.

Obama pun berjanji akan mengirimkan pesan yang jelas kepada Rusia, “Jangan lakukan itu kepada kami karena kami juga bisa melakukan sesuatu kepada kalian.”

Lebih lanjut, AS akan melakukan tindakan balasan yang ‘proporsional’ kepada Rusia atas peretasan yang me­nimpa e-mail Partai Demokrat dan ke­tua kampanye Hillary Clinton, calon presiden yang dikalahkan Donald Trump. Sebagian dari aksi pembalas­an itu akan dilancarkan secara terbuka di depan publik. Namun, dalam beberapa kasus, menurutnya, “Pesan itu akan disampaikan langsung kepada Rusia tanpa terpublikasi.”

Obama bahkan mengisya­ratkan bahwa AS bisa bertindak lebih ofensif dengan serangan dunia maya mere­ka. “Apa pun yang mereka (Rusia) lakukan terhadap kita, kita berpotensi melakukan (pembalasan setimpal) terhadap mereka,” kata dia.

“Perhatian utama saya ialah memastikan integritas proses pemilu tidak dirusak. Pada suatu waktu, semua yang dikatakan saya atau siapa pun di Gedung Putih akan dibuktikan melalui kacamata partisan,” ujarnya dalam konferensi pers akhir tahun.

Terkait dengan kedekatan Trump dan Rusia, Obama tidak secara langsung mengkritik suksesornya itu. Namun, dia mengatakan beberapa elite Partai Republik gagal mengakui keterlibatan Rusia dalam pemilu AS.

Dia pun mendesak Trump untuk menerima investigasi tim independen nonpartisan. “Harapan saya presiden terpilih juga peduli untuk memastikan bahwa kami tidak memiliki potensi dipengaruhi bangsa asing dalam proses pemilu,” ujarnya.

Pada Jumat (16/12), Bada­n Penyelidik AS (CIA) dan Biro Penyelidik Federal (FBI) se­pakat bahwa tujuan Rusia menga­caukan pemilu AS ialah membantu Trump menang. Meski demikian, Oba­ma meyakinkan rakyat AS bahwa hasil penghitungan suara tidak dicurangi. (AFP/VOA/Hym/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya