Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA uji coba senjata nuklir telah digelar tahun ini. Nama Korea Utara (Korut) pun menjadi viral secara internasional. Kemampuan persenjataan nuklir Korut kian disegani sekaligus menjadi ancaman bagi seteru mereka, Korea Selatan (Korsel). Negara sebesar Amerika Serikat (AS) selalu bersikap hati-hati dalam menekan negara yang dipimpin Kim Jong-un itu terkait dengan program nuklir mereka. Beberapa kali gertakan Washington tak membuat sikap Korut melunak.
Korut telah menjelma sebagai negara dengan kekuatan militer yang patut diperhitungkan. Dengan memiliki rudal andalan, Nodong dan Taepodong, negara berideologi sosialis itu tak dapat lagi dipandang sebelah mata. Namun, di balik kehebatan itu, Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) nyatanya tengah terseok-seok menghadapi kemiskinan. Perekonomian mereka kian suram seiring dengan sanksi ekonomi dari PBB dengan dukungan AS dan para sekutu.
Untuk mengatasi krisis yang membelit, Kim pun meluncurkan kampanye gerakan massal 200 hari, Kamis (15/12). Gerakan yang memobilasasi rakyat Korut itu bukanlah perdana. Pencanganan serupa selama 70 hari telah dilakukan dan berakhir pada Mei lalu. Gerakan itu diharapkan dapat membangkitkan perekonomian mereka. Dalam kampanye gerakan nasional yang digelar di Kota Pyongyang, kemarin pagi, puluhan perempuan berbaris dengan seragam biru dan hitam. Mereka membawa drum dan bendera merah.
Sebuah papan nama berdiri tegak di depan barisan itu. Atraksi parade itu tak lain untuk memberi suntikan semangat bagi para pekerja. Setiap barisan menunjukkan unit kerja yang terdapat di negara komunis itu. Sebaris kalimat terbentang. 'Kamerad, apakah kalian telah melakukan rencana berjuang hari ini?' Warga wajib berpartisipasi dalam gerakan massal 200 hari. Bukan hanya untuk bertahan di tengah krisus ekonomi, itu sekaligus mengukur loyalitas mereka terhadap pemerintah.
Andrei Lankov, pengamat senior soal Korut dari Kookmin University, Korsel, mengatakan kampanye itu bukan sakadar substansi, melainkan juga strategi era sosialis yang telah berlangsung lama. Namun, kalangan pakar Barat menilai gerakan itu tidak berdampak positif bagi perekonomian. Produktivitas meningkat tapi tetap tidak akan memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved