Evakuasi Akhirnya Terlaksana

Indah Hoesin
16/12/2016 02:40
Evakuasi Akhirnya Terlaksana
(AFP/KARAM AL-MASRI)

PEMERINTAH Suriah dan kelompok pemberontak, Kamis (15/120, mencapai kesepakatan untuk mengevakuasi pemberontak dari wilayah terakhir yang mereka kuasai di Aleppo. "Persiapan (evakuasi) tengah dilakukan sekarang," ujar seorang pejabat militer senior Suriah kepada AFP. Kesepakatan yang diinisiasi rezim Suriah dan sekutunya, Rusia, serta oposisi pendukung, Turki, itu akan menandai berakhirnya pertempuran untuk menguasai Aleppo.

Itu juga menjadi kemenangan besar bagi Presiden Bashar al-Assad dalam lima tahun lebih masa perang sipil. Kesepakatan baru tersebut dicapai sebulan setelah pasukan pendukung pemerintah meluncurkan serangan ofensif untuk merebut Aleppo, yang jatuh ke tangan pemberontak sejak 2012. "Gelombang pertama evakuasi hanya akan membawa orang-orang yang terluka, keluarga mereka, dan penduduk sipil lainnya," ujar Ahmad al-Dbis, kepala unit dokter dan relawan yang menangani koordinasi korban luka.

Dia mengatakan sekitar 200 orang akan dievakuasi dengan tiga bus dan menuju titik serah terima di wilayah yang dikuasai pemberontak. "Titik kumpulnya di Al Amiriyah. Saat ini mereka mulai masuk ke bus-bus yang akan diberangkatkan di sana," tambahnya. Pantauan lapangan koresponden AFP di pos pengecekan militer di pinggiran selatan Aleppo menunjukkan terdapat 20 bus kosong dan lima mobil ambulans yang siap mengevakuasi penduduk sipil dan pemberontak.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pusat pemantau gencatan senjata berkoordinasi dengan otoritas Suriah tengah mempersiapkan evakuasi pemberontak dan keluarga mereka dari timur Aleppo menuju barat laut Suriah, Idlib. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga siap membantu evakuasi. Mereka mengirimkan 10 ambulans dan 10 relawan serta petugas medis.

Pemberontak siap dievakuasi
Evakuasi kelompok pemberontak akan dilakukan setelah konvoi pertama atau kedua dilakukan. Televisi pemerintah Suriah melaporkan sekitar 4.000 pemberontak dan keluarga mereka telah siap dievakuasi. Kepala negosiator dengan pihak pemberontak Al-Farook Abu Bakr mengatakan, berdasarkan informasi dari pemimpin Islam garis keras Ahrar al-Sham, evakuasi akan dilakukan dari Ramoussa yang berada di pinggiran selatan Aleppo. Sebelumnya, evakuasi serupa direncanakan pada Rabu (14/12) lalu, tetapi gagal tercapai setelah baku tembak dan serangan udara kembali menghujani kota sampai Kamis (15/12) dini hari.

Lebih dari 310 ribu orang tewas sejak konflik Suriah dimulai. Jutaan orang mengungsi hingga lebih dari setengah populasi Suriah terpisah. Menurut Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah, lebih dari 465 penduduk sipil termasuk 62 anak tewas di Aleppo Timur. Sebanyak 149 penduduk sipil termasuk 45 anak juga tewas di wilayah lain yang dikuasai pemerintah dalam waktu yang sama. Setelah Aleppo lepas, basis terbesar bagi pemberontak ialah Provinsi Idlib yang dikuasai aliansi kelompok mantan jaringan Al-Qaeda, Fateh al-Sham Front. Pemberontak juga menguasai wilayah selatan Provinsi Daraa dan Ghouta di sekitar Damaskus meskipun militer telah berada di sana. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya