Warga Sipil Aleppo Dievakuasi

AFP/Ths/I-2
15/12/2016 07:04
Warga Sipil Aleppo Dievakuasi
(Antrean bus yang akan digunakan untuk mengevakuasi warga sipil yang berangkat dari daerah yang dikuasai pemberontak dari Aleppo, Rabu (14/12). -- AFP PHOTO / George Ourfalian)

WARGA sipil dan para pejuang dari kelompok pemberontak mulai mengevakuasi diri dari Kota Aleppo, Suriah, kemarin. Proses evakuasi dilakukan bersamaan dengan kesepakat­an sebagai upaya untuk meng­akhiri kendali kelompok oposisi atas Kota Aleppo.

Evakuasi diharapkan berlangsung pagi dini hari. Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan evakuasi dilakukan lebih dari setengah jam setelah kesepakatan.

Sekitar 20 bus warna hijau milik pemerintah telah di­par­kir di tepian Distrik Salaheddin. Beberapa bus telah datang Selasa (13/12) malam dan konvoi kendaraan itu kem­bali tanpa membawa pe­numpang dan berparkir di lokasi yang sama.

Sejumlah pejabat pembe­ron­tak, Rusia, dan Turki telah menyetujui perjanjian. Perjanjian tersebut sekaligus menandai kemenangan besar bagi Presiden Bashar al-Assad atas pasukan oposisi yang me­lakukan perlawanan sejak 2011.

Perjanjian itu dilakukan di te­ngah kemarahan masya­ra­kat internasional atas tindakan kejahatan pasukan pe­merintah Suriah yang membunuh puluhan warga sipil di Aleppo. Pasukan loyalis Assad dilaporkan merebut kantong pertahanan kelompok pemberontak yang terakhir.

Para pejabat dari kelompok pemberontak menyatakan kepada AFP bahwa isi perjanjian mengizinkan para warga sipil dan pejuang oposisi meninggalkan Aleppo menuju wilayah barat yang masih di bawah kendali pemberontak.

“Persetujuan telah dicapai,” kata Yasser al-Youssef dari kelompok oposisi Nureddiun al-Zinki. Dia menambahkan bahwa persetujuan tersebut disponsori Rusia dan Turki.

“Tahap pertama ialah meng­­e­vakuasi warga sipil dan mere­ka yang terluka, kemu­dian gi­liran para pejuang (ke­lompok pemberontak) dengan terlebih dahulu melucuti persenjataan yang mereka miliki,” jelas Youssef.

Sementara itu, Washington mengaku belum di­mintai pen­­dapatnya terkait kesepa­katan. Namun, Amerika Se­ri­kat (AS) secara prinsip menyambut baik semua upaya yang bertu­juan menyela­matkan orang-orang dari Aleppo.

“Hanya ada sedikit soal ba­­gi kami, terkait siapa atau ba­gaimana gencatan senjata ini diatur atau tercapai, dan masih banyak lagi hal yang harus diatur dan tercapai,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby.

“Jika itu akhir pengepungan di Aleppo, itu bukan berarti akhir dari perang di Suriah,” ujar Kirby. Selama ini, kelompok pemberontak ‘moderat’ telah mendapat pasokan senjata dari ‘Negeri Paman Sam’.

Dubes AS untuk PBB Samantha Power mengatakan Washington berharap dunia internasional ikut mengawasi proses evakuasi. “Orang yang ingin pergi mungkin saja takut mereka bisa saja ditembak di jalan atau diangkut ke kamp kerja paksa milik Assad.”

Wakil PM Turki Mehmet Sim­sek Turki mengatakan negaranya siap menampung 80 ribu pengungsi dari Aleppo.” (AFP/Ths/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya