Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PABRIK senjata milik militan Islamic State (IS) yang ditemukan pasukan Irak saat menyisir Kota Mosul memperlihatkan keseriusan kelompok tersebut membangun kekuatan. Laporan penemuan itu menjadi masukan penting bagi kajian antisipasi gerakan kelompok tersebut di masa depan.
“Dalam hal skala, perencanaan, perintah terpusat, dan kontrol serta presisi dalam produksi, ini beda dari yang lain. Saya tidak bisa menyebutkan kelompok bersenjata lain yang mampu memproduksi seperti kelompok ini,” ujar Direktur Riset Persenjataan Konflik (CAR) James Bevan.
Hasil pendataan jenis dan jumlah produksi senjata milisi IS yang dilakukan CAR menunjukkan IS telah berhasil membangun sistem persenjataan yang terorganisasi rapi. Selama lebih dari dua tahun sejak merebut kekuasaan atas sebagian wilayah Irak, IS memproduksi mortir, roket, dan bahan peledak pada ‘skala yang belum pernah terjadi sebelumnya’. Persenjataan itu diperkirakan diproduksi di bawah kontrol kualitas yang ketat.
CAR juga menemukan bahan baku untuk selongsong peluru dan rudal yang diproduksi IS ialah besi tua. Sebagian besar bahan peledak dan propelan diperoleh dari pasar terbuka di Turki yang dibawa masuk melalui Suriah. Setiap hasil produksi berkualitas tinggi dicat hijau militer, dicap dengan logo IS, dan dikemas dalam peti khusus, lalu dikirim ke berbagai front yang tengah berjuang.
“Orang-orang ini tidak bodoh, mereka sangat terorganisasi baik. Makin lama mereka selalu menemukan cara untuk membuat Anda terkejut,” ujar Hashim Ali, seorang tentara Irak. Dia menjelaskan bagaimana militan IS mengubah Jalan Mart Shmony di Qaraqosh, sekitar 16 kilometer arah tenggara Mosul, menjadi jalur produksi rakitan bom mobil.
Tampak juga jalan raya dipenuhi deretan toko furnitur Turki yang diubah menjadi etalase berbagai bahan baku pembuat bom mobil lapis baja dan lantai bawah tanah menjadi tempat mereka membuat bahan peledak. Di bekas pabrik semen di Kota Areej pun ditemukan pabrik mortir dan roket serta fasilitas penyimpanan gas yang dijadikan tempat perangkat bahan peledak yang mematikan.
Temuan itu akhirnya menjadi penjelasan bagaimana milisi IS mempersenjatai diri dalam pemberontakan. Adanya pabrik senjata dalam skala besar membuktikan keseriusan kelompok itu untuk melakukan perlawanan di Irak dan Suriah serta melakukan serangan terhadap negara Barat.
Kemarin, IS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di gereja Koptik di Kairo yang menewaskan 25 orang pada Minggu (11/12) lalu. IS mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri itu sebagai anggota mereka dengan nama samaran Abu Abdallah al-Masri. Padahal, sebelumnya pada Selasa (13/12), pemerintah Mesir telah menuding kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai dalang serangan tersebut dan merilis nama Mahmoud Shafik Mohamed Mostafa sebagai pelaku serangan.
Kelompok IM diduga kuat sebagai pelakunya, pasalnya pemerintah Mesir telah membubarkan organisasi Islam tersebut. (AFP/Ths/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved