Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WONDER Woman dikenal sebagai sosok yang sangat perkasa. Kendati seorang perempuan, superhero yang bernama Putri Diana itu memiliki kedigdayaan luar biasa. Putri dari Themyscira tersebut mampu menaklukkan para pria yang 'berotot kawat' dengan mudah. Putri pejuang dari bangsa Amazon itu sangat disegani. Dua senjata andalannya, lasso of truth dan kalung tak terkalahkan, membuat Wonder Woman ditakuti para penjahat.
Ia pun termasuk pahlawan penyelamat dunia yang tergabung dalam Justice League. Putri Diana dari Themyscira yang cantik itu bukanlah tokoh nyata. Dia hanyalah tokoh fiktif yang diciptakan seorang psikolog dan penulis asal 'Negeri Paman Sam', William Moulton Marston, yang dibantu istrinya, Elizabeth Holloway. Sepak terjang pahlawan berambut panjang dan bertubuh seksi semampai itu hanya hadir dalam kisah komik yang diterbitkan DC Comics.
Karakter Wonder Woman mulai menarik perhatian publik pada Oktober 1941. Popularitas sosok jagoan perempuan itu kian meroket dan mendunia saat diperankan aktris Lynda Carter dalam serial televisi yang tayang pada 1975-1979. Dengan keperkasaannya, Wonder Woman ditunjuk sebagai Duta Besar Kehormatan PBB untuk mempromosikan pesan pemberdayaan kaum perempuan dan menghapuskan kekerasan bias gender pada 21 Oktober lalu.
DC Entertainment yang memublikasikan DC Comics pun senang dan menyambut baik. Pihak Warner Bros dan DC Entertainment sangat mendukung kampanye kesetaraan gender dan pemberdayaan dengan ikon Wonder Woman milik mereka. Sembilan pekan berlalu sejak Wonder Woman didaulat menjadi duta kehormatan PBB untuk membela kaum hawa, penunjukan itu mulai menuai protes keras.
Gelombang protes dan kekecewaan kian membesar hingga sebuah petisi dengan 45 ribu tanda tangan pun dihimpun. Petisi itu untuk menyatakan penolakan sosok fiktif yang berbaju minim dan bertubuh seksi itu menjadi duta besar kehormatan bagi perempuan. Kalangan penentang mengatakan gambaran dari Wonder Woman yang menampilkan seksualitas adalah 'tidak layak secara budaya dan sangat sensitif'.
"Ini peringatan bahwa PBB seharusnya mempertimbangkan penggunaan seorang tokoh dengan gambaran yang mengumbar seksualitas telah menjadi berita utama di Amerika Serikat dan dunia telah menjadikan kaum perempuan dan gadis sebagai objek," kata mereka yang mengajukan petisi penolakan.
Sejauh ini, PBB belum menjelaskan kenapa proyek pemberdayaan perempuan menggunakan tokoh fiktif yang seksi. Namun, PBB telah menyatakan penunjukan Wonder Woman sebagai duta kehormatan akan berakhir pada Jumat (16/12). Juru bicara PBB Jeffrey Brez menegaskan kampanye dengan tokoh fiktif tidak lagi dilakukan dan hanya berlangsung beberapa bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved