Mencoba Bertahan dengan Denominasi

AFP/Deri Dahuri/I-3
13/12/2016 06:56
Mencoba Bertahan dengan Denominasi
(Seorang wanita memperlihatkan tumpukan uang 100 bolivar di La Parada, Villa del Rosario, perbatasan Kolombia dengan Venezuela, Minggu (11/12). -- AFP PHOTO/SCHNEYDER MENDOZA)

KURSI Presiden Nicolas Maduro tidak henti digoyang. Setelah Venezeula diterpa krisis akibat anjloknya harga minyak dunia, posisi Maduro kian tersudut. Desakan terhadap Maduro yang pernah menjadi sopir bus tersebut agar mundur pun terus bergaung.

Para tokoh oposisi Venezuela pernah mengusulkan referendum pemakzulan terhadap Maduro. Namun, upaya penggulingan secara konstitusional itu dimentahkan pihak Mahkamah Agung. Lembaga yudikatif itu memberi persyaratan berat untuk referendum. Upaya oposisi yang mendapat restu dari sebagian warga yang kecewa terhadap pemerintahan Maduro itu pun akhirnya kandas di tengah jalan.

Dalam kondisi perekonomian terpuruk dan inflasi lebih dari 300%, Maduro mencoba terus bertahan. Pada Minggu (11/12) waktu setempat, pria berusia 54 tahun itu mengeluarkan dekret. Isinya memerintahkan penarikan uang kertas nominal 100 bolivar.

Penarikan uang kertas 100 bolivar itu, menurut Maduro, alasan untuk menangkal para mafia. Kelompok yang disebut ‘mafia’ itu disebutkan hendak menimbun uang tunai bolivar di Kolombia. Pemerintah pun akan mengeluarkan uang kertas dan koin yang nilainya bisa 200 kali dari nilai uang yang didenominasi.

Di pasar uang sekarang, 100 bolivar nilainya hanya sedikit lebih besar dari 3 sen dolar AS (US$0,03). Uang 1 bolivar hanya dapat untuk membeli sebuah permen. Sementara itu, untuk mendapat sepotong hamburger saja dibutuhkan satu tumpuk yang terdiri dari 50 lembar uang bolivar.

“Sesuai dengan undang-undang kekuasaan saya dan dengan dekret ekonomi darurat, saya telah memutuskan uang kertas 100 bolivar ditarik dari perederaan dalam 72 jam ke depan,” ucap Maduro dalam acara televisi yang bertajuk Contact with Maudro.

Pria yang disebut sebagai ‘anak didik politik’ Hugo Chavez itu menegaskan kebijakannya harus dilakukan. Pasalnya hasil investigasi telah membongkar kasus miliaran uang bolivar berupa uang kertas dengan nominal 100 yang ditimbun para mafia internasional di sejumlah kota di Kolombia dan Brasil.

Maduro mengatakan sejumlah bank nasional turut membantu tindakan ilegal tersebut. Tujuan mereka tidak lain mendestabilisasi perekonomian Venezuela yang dilanda krisis. Pelaku lain ialah sebuah lembaga nonpemerintah yang dikontrak Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).

Maduro telah memerintahkan penutupan jalur darat, laut, dan udara sehingga uang kertas yang ditimbun tersebut tidak bisa masuk lagi ke Venezuela. “Kalian dapat tinggal di luar negara dengan penipuan kalian,” tegasnya. Maduro menambahkan, hukuman seberat-berat bagi para pelakunya.

Jose Guerra, mantan Direktur Bank Sentral Venezuela dan sekarang seorang anggota parlemen oposisi, mengomentari soal kebijakan Maduro tersebut dalam Twitter-nya. Ia meyakini bahwa kebijakan Maduro tidak mungkin berhasil. (AFP/Deri Dahuri/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya