Gereja Ambruk Lebih dari 50 Tewas

AFP/*/I-2
13/12/2016 06:05
Gereja Ambruk Lebih dari 50 Tewas
(Seorang wanita berada di antara reruntuhan atap gereja yang roboh di Gereja Reigners, Uyo, Nigeria, Sabtu (10/11). Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 60 orang tewas. -- AFP Photo / Stringer)

TIM penyelamat masih mencari korban yang terjebak di reruntuhan gedung sebuah gereja pada Minggu (11/12) waktu setempat. Sebelumnya pada Sabtu (10/12), atap sebuah gereja am­bruk saat jemaat sedang ber­ibadat di selatan Nigeria dan menewaskan lebih dari 50 orang.

“Kami telah mencatat lebih dari 50 orang tewas dalam insi­den ini,” kata seorang pe­ra­wat yang tidak mau disebut identitasnya di Rumah Sakit Spesialis Ibom saat ditanya AFP.

Presiden Nigeria Muhamma­du Buhari menyampaikan du­ka yang mendalam kepada ke­luarga korban, pemerintah, dan masyarakat atas insiden tersebut.

Sempat terjadi informasi yang simpang siur terkait dengan jumlah korban tewas. Media massa milik pemerin­tah sempat melaporkan jumlah korban tewas bisa mencapai 200 orang.

Layanan darurat di kota ter­pencil Uyo, ibu kota Nega­ra Bagian Akwa Ibom, telah mengonfirmasi bahwa korban tewas sebanyak 60 orang. Sumber dari rumah sakit menyatakan 200 orang yang mengalami cedera telah dirawat.

Sebelum atapnya runtuh, gedung Gereja Evangelis Reigner Bible Ministry di Kota Uyo sedang dipenuhi jemaat pada Sabtu (10/12) pagi. Tiba-tiba atap gedung yang sedang dalam perbaikan tersebut ambruk dan menimpa jemaat.

“Sekitar pukul 11.30 acara peribadatan sedang berlangsung, tiba-tiba atap jatuh di tengah para jemaat. Seorang gubernur dapat selamat, te­tapi para jemaat bernasib apes,” ucap seorang korban yang selamat kepada media setempat.

Gubernur Negara Bagian Akwa Ibom, Emmanuel Udom, ialah salah satu korban yang selamat dalam insiden terse­but. Ia juga menyatakan ber­ka­bung selama dua hari untuk menghormati para korban tewas akibat atap gereja yang ambruk.

“Kami tidak pernah mengalami insiden mengejutkan dalam sejarah negara bagian tercinta kita,” tulis Emmanuel Udom di media sosial Facebook miliknya.

Kini, anggota kepolisian, mi­liter, petugas pemadam kebakaran, dan para relawan bergabung dengan para pekerja konstruksi untuk mengangkat rereuntuhan atap gedung untuk mencari para korban.

“Anggota tim penyelamat telah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan semua korban yang terperangkap dalam gereja yang runtuh,” kata juru bicara kepolisian setempat, Cordelia Nwawe.

Rumah Sakit Universitas Uyo menyatakan semua dokter dikerahkan untuk menangani para korban. Kepala ca­bang regional dari Asosiasi Medis Nigeria, Aniekeme Aniefiok Uwah, telah menyerukan bantuan darah untuk pa­ra korban.

“Kami masih membutuhkan lebih banyak darah. Anda harus peduli untuk selamatkan nyawa dengan donor darah Anda,” ujar Uwah. (AFP/*/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya