Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 1997-2006, Kofi Annan, memuji keberhasilan demokrasi di Indonesia.
Ia mengatakan demokrasi merupakan sistem yang paling tepat untuk melindungi pluralisme atau keberagaman di dunia.
Demokrasi mengabadikan hak dan kebebasan setiap individu di dalam hukum dan institusi, apa pun ras, gender, dan agamanya, juga memberikan semua orang hak untuk bersuara.
"Rasanya tidak ada negara yang lebih baik dalam menyampaikan pesan tersebut selain Indonesia yang memiliki slogan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Annan saat menyampaikan pidatonya dalam Bali Democracy Forum IX, di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, kemarin
Mantan diplomat asal Ghana tersebut juga mengatakan Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari 300-an etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, serta berbagai keyakinan merupakan pembuktian yang menggembirakan bahwa pluralisme bisa berjalan baik di sebuah negara.
Namun, menurut Annan, saat ini keberagaman kerap dilihat sebagai ancaman daripada sebuah aset yang bisa berguna.
Globalisasi menjadi salah satu pemicunya.
"Globalisasi telah menyatukan perekonomian dan masyarakat dunia serta memberikan kesejahteraan yang tidak pernah terjadi sebelumnya di seluruh bumi. Namun, juga mengakibatkan berbagai reaksi karena keuntungan yang tidak merata dan kesenjangan yang terus meluas," kata laki-laki yang lahir di Ghana 78 tahun lalu tersebut.
Pihak yang kalah dalam globalisasi, menurut Annan, didukung kelompok politik populis, menggunakan identitas utama sebagai benteng menghadapi situasi yang tidak pasti.
"Di seluruh dunia, kelompok atau gerakan populis dan xenophobia telah mencoba memutus ikatan agama, nasional, dan ras kita semua. Mereka mengutuk migran dan minoritas atas nama melindungi identitas mereka sendiri yang sering kali berdasarkan kemurnian agama dan etnik," ujar pria yang fasih berbahasa Inggris, Prancis, dan bahasa-bahasa Afrika itu.
Bahkan, kelompok ekstremis bukan hanya tidak menghargai nilai kemanusiaan orang-orang yang berbeda keyakinan dengan mereka, melainkan juga orang-orang dengan keyakinan sama, tetapi berbeda pendirian.
"Kita harus belajar satu sama lain. Dengan belajar, kita bisa membangun komunitas global berdasarkan kebenaran yang setiap agama ajarkan, penghormatan, dan kasih sayang untuk semua kemanusiaan karena kita anak Tuhan," tambah laki-laki yang dianugerahi gelar doktor honoris causa dari sejumlah perguruan tinggi di dunia itu.
Pemilu berintegritas
Annan berpendapat, institusi demokrasi saat ini yang harusnya menghalau semua itu juga tengah menghadapi tantangan, berupa menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap politikus dan partisipasi dalam pemilihan umum (pemilu).
Oleh karena itu, Annan melalui Kofi Annan Foundation menekankan legitimasi demokrasi melalui pemilu dengan integritas.
"Pemilihan dengan integritas tidak hanya gratis dan adil, tapi memastikan legitimasi bagi pemenang dan keamanan bagi yang kalah," tegas Annan.
(H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved